Tulisan | Opini | Cerita

Menengok Pantai Jungwok

Sering aku lihat, namun tetap memikat

-

Suara alarm hp kian terdengar nyaring. Mengganggu tidur kilatku, seraya memohon kepadaku untuk bangun. Aku mencoba duduk bersamaan dengan masuknya nyawa-nyawa kesadaranku dan keluarnya mimpi-mimpi liarku.

Aku bangunkan temanku yang tidur untuk mengingatkan rencana kita ke pantai pagi ini. Menatap sunrise di pantai, menjadi agenda pagi ini. Secara estafet, kami mencuci muka dan bersiap untuk berangkat. 

Jalan Kaliurang masih lengang pada pukul 03.40. Lampu merah hanya menjadi hiasan yang kupandang sekilas. Motor-motor masih jarang, hanya bus dan truk yang menyapa di perjalananku menuju Gunungkidul.

Sekitar 2 jam perjalanan kami sampai ke daerah pantai, namun masih belum sampai pantai yang kami tuju. Berulangkali melewati persimpangan, pertigaan, dan jalanan sempit, kami pun sampai di depan penunjuk jalan ke pantai Greweng, Sedahan, dan Jungwok.

Untuk kali ini Pantai Jungwok lah yang menjadi destinasi. Pantai yang baru aku tahu dari postingan instagram orang. Pantai yang terlihat masih tenang, karena masih jarang dikunjungi. Dan aku pun jadi ingin menengoknya. Kami melanjutkan masuk ke kawasan pantai Jungwok dengan motor. Seperti yang aku duga, jalanannya masih sangat kurang bersahabat buat motor yang telah lama tidak diservis ini. Rasa penasaran pada sunrise di pantai Jungwok memaksa kami untuk tergesa-gesa. 

Parkiran pantai Jungwok masih sepi. Warung-warung dan kamar mandi di sana masih terkunci. Pandanganku beralih ke arah hamparan pasir halus. Berbalik dan melangkah mendekat. Masih sepi. Dan masih bersih. Hanya ada pecahan karang dan beberapa biota laut. Susunan karang besar mengapit luasnya air laut. Ombak rutin menghampiri bibir pantai. Ombak yang bersahabat. Gulungan ombak yang enak dipandang. 

Persetan dengan sunrise yang tidak mau menunggu. Aku pun beralih memuja tenangnya pantai. Sinar matahari yang hangat semakin hangat. Aku melihat-lihat sekitar pantai di balik pepohonan. Entah pohon apa, yang jelas pohon itu akan menjadi tempat bertuduh di kala terik. Rehat sejenak sambil melihat beberapa orang yang datang. Warung-warung yang mulai buka dan aroma indomie goreng yang sedap. Tunggu ini Indomie atau mie sedaaap?

Mengambil beberapa foto pantai. Mencoba beberapa pose. Dari sisi tengah berjalan ke atas bukit. Puas di bukit kembali ke tengah, lalu ke sudut mendekati karang. 




Semakin siang, terpikirkan untuk mampir ke pantai sebelah, yaitu Greweng. Sebelumnya aku sudah pernah ke sana jadi tidak terlalu antusias. Mungkin lain kali akan bercerita tentang pantai Greweng. Setelah dari Greweng, kami kembali lagi menengok pantai Jungwok di sore hari. Tak dapat sunrise, kami berharap lukisan senja di waktu sunset. 


Pukul 16.10 kami sampai kembali di Jungwok. Mulai bertambah orang yang menikmati, tapi sekali lagi, tidak banyak. Air semakin surut, membuat kami tergoda berjalan ke tengah. Menyusuri tempat yang tadi dibungkus ombak. Bersamaan dengan warga sekitar yang mencari ikan atau rumput laut. Kami melihat ganasnya ombak yang menghantam karang di tengah laut. Melihat kawanan ikan dan juga binatang laut lainnya. Sedikit geli. Ada banyak binatang yang jarang kulihat. Hanya kepiting dan ikan-ikan yang kukenali.

Langit mulai tampak menggoda. Warna oren, jingga langit diselingi oleh halusnya awan yang beraneka bentuk. Aku pun tiduran sambil menatap langit. Selain membatin betapa indahnya langit, aku pun juga menggerutu, harusnya melihat sunset bukan di tempat aku melihat sunrise. Hahaha. Aku tidak dapat melihat tenggelamnya matahari dari sini. Karena terhalang bukit atau karang (aku bingung) yang memisahkan pantai.

Tapi tak masalah. Langit tetap indah dan menggoda. Seperti melihat wanita yang sedang mengucir rambutnya. Atau wanita berjilbab meniup jilbabnya. Biasa. Sering aku lihat, namun tetap memikat. 

Beberapa menit setelah matahari tak terlihat. Langit masih belum gelap. Menyempatkan berfoto dengan latar belakang pantai dan langit yang memukau. Terhenti karena teringat waktu yang mendekati malam. Kami pun menyudahi kunjungan kali ini dengan puas. Cukup sekian, pantai Jungwok!


-Jogja, Oktober 2018

Tidak ada komentar:

Mari berkomentar !
Terimakasih.

Event

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.