Jurnal Asal | Opini Mini + Ulasan Santai

Event


Senin, 26 Februari 2018

Naik Perahu di Rawa Pening Lewat Jembatan Biru


Belum lama ini rasa bosan dan kantuk sudah terobati setelah nekat jalan-jalan. Sebelum cus, biasa selalu ada perencanaan yang sama sekali tidak matang. Kumpul. Iseng-iseng mengajak. Pada meng-iya-kan. Tentukan rencana.
Entah kenapa muncul nama rawa pening dalam perbincangan. Sebelumnya, aku pribadi memang belum pernah ke rawa pening. Mau ngapain juga gak tau kalau ke sana. Paling pol, itu juga hanya lewat saja. Cukup lihat kalau ada air, udah. Tapi, untuk kali pertama ada niatan untuk menjajal menelisik rawa pening.

Untuk menikmati suasana rawa pening, sebetulnya ada tiga opsi. Pertama, dari Jembatan Biru. Kedua, kampoeng rawa. Dan ketiga, Bukit Cinta. (Entah masih ada yang lain apa enggak) Kami memilih opsi pertama yaitu, Jembatan Biru.

Setibanya di jembatan biru, kami disambut oleh… yap betul jembatan berwana biru. Selain itu juga ada alat-alat untuk mengeruk eceng gondok. Fyi, eceng gondok telah memenuh sebagian besar permukaan di rawa pening. Makannya, sedikit demi sedikit direvitalisasi.

Balik lagi di jembatan biru, di situ kami puas memandang luasnya danau dan yang gak kalah luas ialah hamparan eceng gondok. Beberapa menit di jembatan kami tiba-tiba sudah bosan. Bukan bosan dengan rawa peningnya, tapi bosan berdiri saja di sebuah jembatan. Kami pun berjalan perlahan menghampiri warung di tengah. Di situ kami melihat papan bertuliskan sewa perahu. Seketika tanpa berdebat kami bertiga memutuskan menyewa perahu seharga 60 ribu.

Kami diantar oleh bapak-bapak yang kebetulan juga seorang nelayan. Jarak yang semula kami anggap remeh, ternyata jauhh sekali kalau dihampiri. Benar-benar luas ternyata. Saat mulai ke tengah danau, rasanya cukup mendebarkan. Karena dalam bayangan pribadi, selalu terbayang rasanya nyemplung ke air tanpa dasar. (ah lebay). Parno sedikit sih pada awalnya. Tapi, lama-lama enak. Kayak pas jatuh cinta, ehh.


Semakin tengah semakin jelas pemandangan yang ada di situ. Langit yang teduh. Gunung yang gagah. Dan air yang tenang. Pas buat relaksasi. Kebetulan juga sampainya pas agak sore. Walaupun kurang jelas, tidak masalah dengan awan yang menutupi. Seenggaknya, tidak kepanasan. Hehe.

Karena, banyaknya eceng gondok di situ. Aku pun penasaran, gimana asal mulanya. Kenapa sangat banyak, dan apa fungsinya. Bapak itu menjawab dengan detail. Tetapi, yang aku tangkap hanya beberapa saja hehe. Seperti, eceng gondok itu jadi rumah atau tempat berlindung para ikan dari sinar matahari. Iya, di situ banyak banget ikan. Dan katanya ikan-ikan juga bisa tiba-tiba ada di sekitar eceng gondok. Jadi, menguntungkan juga buat para nelayan.



Terus ternyata eceng gondok juga dimanfaatkan para nelayan kalau hujan. Gimana maksudnya? Kalau hujan di danau yang luas kan pasti basah, karena gak ada pohon atau gedung untuk berteduh, ya iyalah. Nah, saat itu peran eceng gondok. Katanya, pas hujan lebat para nelayan menggunakan eceng gondok untuk berteduh, sekaligus melindungi hasil tangkapan. Apalagi perahu yang digunakan nelayan biasanya bukan perahu besar dengan tutup. Hanya berupa lesung atau sampan saja.


Oiya, eceng gondok di rawa pening itu diikat menjadi satu. Entah bagaimana caranya, kurang paham. Jadi, kalau pas naik perahu jangan kaget kalau ada rangkaian eceng gondok yang bergeser perlahan bersamaan.


Sampai di tengah. Ada semacam tambak atau apa namanya. Di situ kami berhenti dan dipersilahkan lihat-lihat atau menikmati pemandangan dulu. Jadi, bukan hanya naik perahu-sampai-pulang lagi. Nanti bakal ada waktu untuk mengeksplorasi. Terlebih kalau seorang pemburu foto yang ciamik. Pas banget kalau datang ke rawa pening. Pasti bakal puas dengan pemandangan yang disuguhkan tuhan di sebuah danau yang berada di jawa tengah ini.





Buat kamu yang ingin menjajal keindahannya rawa pening, bisa banget cus kemari. Dan jangan lupa sewa perahu. Selain bisa eksplor lebih jauh, kita bisa membantu ekonomi warga sekitar. Kalau sudah membantu, jangan mengganggu ya! Jangan mencemari lingkungan di sana! Okeecuyy?




instagram: @rizqiak_bar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

18 komentar

Senja di rawa pening syahdu bngat

Balas

Harga sewa perahunya berapa mas ?
selalu tertarik untuk jalan-jalan naik perahu kecil, apalagi pemandangannya indah kaya gini..

Balas

Menenangkan sekali

Balas

standar 60ribu perahu mas. itu nanti dianter sampai tengah. semisal mau lebih jauh harganya pun nambah, maksimal kayaknya 250 ribu. Ini pas januari 2018 saya.

oiya mas itu harga di jembatan biru ya, kalau di kampoeng rawa 1 perahu 100ribu/ 1jam

sangat disarankan banget mas.

Balas

wah boleh jgua nich tempatnya untuk ngilangin suntuk dan stress

Balas

Semoga ya segera teralisasikan Rawa Pening jadi kawasan wisata International ...

Soalnya viewnya memang kece, sayang kalo cuma digarap apa adanya seperti selama ini.

Balas

Mengorek-ngorek ingatan di masa laluuu jaman dahulu kala, pernah baca ntah dimana lupa xD kalau eksistensi eceng gondok di suatu perairan itu mengindikasikan adanya suatu intensitas (?) /gaje banget -_-/.

Pokoknya sesuatu yang gak terlalu baik.

Nah meski ada kegunaan, kalo eceng gondoknya kebanyakan juga gak baik (aduhlah, di dunia ini yang kebanyakan pasti gak baik -_-). Jadinya sinar matahari dan oksigen sulit masuk ke air, trus jadinya..................gitu. Wkwkwkwkwkkw.

Tapi nih, yang saya lihat dikit-dikit dari fotonya, kaya gak banyak sampah ya? Alhamdulillah deh hehe.

Balas

cocok banget buat ngilangin suntuk, pemandangannya segerr sama tenang banget kalau di tengah

Balas

aamiin,

bener banget, kalau aja pemeliharaan lingkungannya bisa lebih baik pasti lingkungan di sana lebih terjaga dan makin kecee

Balas

iya kalau berlebihan bakal gak bagus, di rawa pening sendiri dah terlalu banyakk sampai hampir setengahnya ketutup.

kalau sampah gak keliatan sihh, mungkin kecantol eceng gondoknya hehehe

Balas

Terakhir kesini kapan ya :D Hahahah...
tahun lalu kayaknya, kalau pas pegunungan disekitarnya keliatan ngejreeng viewnya Masya Allah.. keren ya mas,,

Balas

oh, kayak cinta ya. hahaha parno dulu gitu?

enak banget tiduran di situ, kaya yg pewe. gak panas btw?

Balas

iya kalau pas ga ketutup awan viewnya keren banget, pegunungannya keliatan deket banget mas

Balas

iya cinta mah gitu hahaha
enak banget mba, pewe dan tenang gituu
btw ga panas kok, karena lagi ada ketutup awan lagian jam 3 an juga gak panas

Balas

Bener-bener biru semua ya, Mas. Sejuk bener lihatnya. Jadi kangen akan suara seperti itu, naik perahu dan bisa menikmati pemandangan pantai, btw tidurnya udah PW bet dah..he
Nggak keguling kan, Mas :D

Balas

Keceh badai rawa pening, badai keceh, ada-ada aja gua, muji diri sendiri ckck

Balas

kalau badai rawa pening ga kece wkwkwk

Balas

aman kok mas, sudah belajar biar gak goyangg hahaha :D

Balas

Mari berkomentar !
Terimakasih.