Jurnal Asal | Opini Mini + Ulasan Santai

Event


Sabtu, 28 Oktober 2017

Wisata Semarang: Cimory dan Candi Gedong Songo

Satu post ini akan berisi pengalaman saya di Kabupaten Semarang

Sebelumnya liburan terasa gitu-gitu saja. Hanya di rumah. Bangun-Makan-Mandi (kalau sempet)-Tidur. Diulangi lagi. Tapi, suatu hari berbeda. Satu hari di pertengahan bulan. 

Pagi jam 9 saya diajak ke Cimory Bawen oleh teman saya. Entah, kenapa dia tiba-tiba ingin kesana. Tanpa berdebat saya dan 3 teman saya (baca: kami) berangkat jam 10 dari Boyolali. Perjalanan ke Cimory melewati Salatiga. Lokasi Cimory sendiri terletak di kanan jalan dari arah Solo.

(Tripadvisor.com)

Seperti dugaan saya, tempat ini ramai dikunjungi. Sebab, tempat ini berada di lokasi yang strategis.  Selain itu nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Ditambah jajanan khas Cimory juga bisa jadi bekal sekaligus oleh-oleh.

Bergegas kami menuju loket untuk membeli tiket masuk. Per orangnya 15 ribu, mendapat bonus satu yoghurt Cimory. Awalnya, saya kira Cimory ini hanya peternakan susu saja. Ternyata juga terdapat restoran. Selain itu, ada juga perkebunan, tempat bermain, dan toko oleh-oleh di dalamnya. Lengkap.

Kita bisa melakukan berbagai kegiatan di sini. Ada banyak spot untuk berfoto. Anak kecil juga bisa bermain di beberapa tempat yang disediakan. Jamaah Instagrammers juga dapat spot yang hits. Ditambah kita bisa melihat sayur-sayuran, sapi ternak, dan juga hewan lain. 

(Pribadi)

Cimory Bawen ini cocok sekali untuk kunjungan anak-anak. Kebetulan waktu itu bersamaan dengan kunjungan anak TK. Jadi seperti jagain adik-adik bermain, hehe. Maka, Cimory Bawen ini bisa menjadi list kunjungan berikutnya kalau ke Jawa Tengah, khususnya sekitar Semarang. Cimory ini termasuk objek wisata keluarga. Yang mana dapat juga untuk sarana edukasi dan mengenalkan alam. 

Selesai berkeliling, saya menyempatkan ke chocomory -toko oleh-oleh tadi-. Di situ terdapat banyak pilihan olahan cokelat dengan berbagai rasa dan jenis. Harga mulai dari 5 ribu, kita bisa mendapat kualitas cokelat yang bagus. Karena, saya bingung mau minta yang mana eh beli yang mana. Akhirnya saya pilih yang paketan. Kira-kira 7 cokelat boleh saya tukar dengan uang 100 ribu.

(Pribadi)

Selesai dengan jajanan. Kami ingin lanjut berkunjung. Karena, tidak ada rencana sebelumnya. Kami pun kebingungan sendiri.Tapi, setelah melihat maps, kami pun sepakat ke Candi Gedong Songo yang terletak di Bandungan. Lokasinya pun tak terlalu jauh dari Cimory. 

Candi Gedong Songo ini termasuk peninggalan hindu. Dengan jumlah seharusnya sembilan seperti namanya 'songo' yang berarti sembilan. Tapi, sayang sekali sekarang tinggal tersisa lima. Meski begitu bukan berarti letak candinya dalam satu lokasi yang berdekatan. Setiap candi memiliki letak yang berbeda. Antar candi tidak terlalu jauh namun, terpisah oleh jalur yang menanjak.

Karena itu, candi ini menjadi unik. Dengan jarak yang berjauhan berarti pengunjung diajak untuk menjelajah agar dapat melihat semua candi. Menurut pribadi, justru ini yang menjadi daya tariknya. Sebab, sepanjang perjalanan menuju candi selanjutnya. Pengunjung dijamu oleh pemandangan yang mempesona. Ditambah hawa sejuk khas pegunungan yang menyelimuti perjalanannya.

Capek, dong?

Iya, sih. Tapi kan tidak se-capek yang buat candi ini dulu, hehe. Kalaupun benar-benar tidak kuat berjalan jauh. Kita bisa menyewa kuda untuk meringankan perjalanan. Tarifnya tergantung jarak yang ditempuh, hari berkunjung, dan -ehmm agak sensitif- berat badan. Karena, waktu itu merasa kuat saya tidak menyewanya, hehe.

(Pribadi)

Saya pribadi sudah ke sini dua kali. Kunjungan pertama itu saat SD. Seingat saya, ada juga pemandian air panas belerang. Karena, harus bayar lagi dan saya waktu itu tidak ingin mandi. Jadi, saya tidak mencobanya. Waktu itu saya lebih fokus berlarian atau bisa dibilang berlomba dengan teman lain. Iya, lomba ala bocah zaman kemarin, lari sambil teriak. Dengan berlari saya merasakan sensasi tersendiri seperti: hawa dingin tidak terasa, cepat sampai, dan lelah.Walaupun tidak terlalu fokus, saya masih merasakan pesona alam Kabupaten Semarang yang membaur.

Oiya, Candi Gedong Songo ini juga tersedia lahan untuk camping ground. Ada juga satu lokasi seperti rumah kayu di antara candi pertama dan kedua. Saya rasa Candi Gedong Songo bisa dinikmati dengan bersepeda gunung juga. Mungkin bisa dicoba, hehe.

Itu sekilas kunjungan pertama. Untuk kunjungan kedua saya, ternyata tidak bisa sampai akhir. Saya dan teman berhenti di lokasi rumah kayu itu. Karena, kebetulan hujan. Saran, sebaiknya datang ke sini pagi. Kalau siang katanya sering turun hujan walaupun, memang hanya gerimis. Mungkin karena di pegunungan tapi, entah kurang paham saya. Meski tidak lanjut naik, kami masih bisa menikmati pesona Candi Gedong Songo ini. Dengan bermain di daerah rumah kayu. Oiya, untuk masuk ke lokasi ini diharuskan membayar 5 ribu/orang. Ini juga bisa alternatif bagi yang tidak sanggup berjalan jauh, hehe.

(pribadi)

Setelah itu kami turun, untuk menentukan perjalanan selanjutnya atau pulang. Karena, dari awal perjalanan ini agak dadakan jadi, bingung. Dan kebetulan juga waktu itu sudah menjelang sore dan sedikit mendung. Kami pun memilih pulang. Dalam perjalanan pulang saya sibuk melihat daerah sekitar. Saya banyak melihat perkebunan, salah satunya kebun bunga. Terlihat indah dan menyejukan. Tak hanya bunga, ada juga kebun buah. Melewati pasar pun menjumpai banyak buah yang dijual. Sepertinya perkebunan menjadi salah satu potensi di daerah ini. 

Dengan hawa yang sejuk begini pesona alam bisa dinikmati sambil mencicipi buah sepertinya, hehe. Mungkin dengan ngopi juga makin mantap. Saat pulang saya melihat penunjuk jalan ‘Umbul Sidomukti’. Terbayang serunya berenang dengan hawa pegunungan.Melewati Ambarawa saya juga sempat menengok Rawa Pening. Sekarang Rawa Pening semakin menarik. Setelah eceng gondoknya dikurangi. Danaunya terlihat lebih indah dan terawat. Kebetulan saya lewat di sore hari setelah hujan. Kesan syahdu rawa pening kian terasa. Tapi, sayangnya hanya sekejap. Soalnya, saya naik motor dan tak mungkin saya berhenti, hehe.

Dari kunjungan dan pengamatan. Saya merasa Kabupaten Semarang mempunyai pesona alam yang luar biasa. Semua serasi dengan alam. Peternakan Cimory dan pemandangan nuansa kebun. Candi dengan pemandangan ala pegunungan. Rawa pening dengan kombinasi air danau, ekosistem air, dan background gunungnya. Semua indah dan serasi. Satu yang saya sukai. Selalu ada nilai tambah atau bonus di setiap objeknya.

Sudahkah ke Kabupaten Semarang? Saya sudah. Kamu?




Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

4 komentar

Sering lewat Cimory, tapi belum pernah mampir. Wkwkwk.
Salam kenal gan,,

Balas

sesekali coba mas, beli apa gitu hehe

salam mas

Balas

Wah di Cimory bisa gak lihat proses pembuatan yoghurt gitu?

Kalau di deket daerah gue sih, ada yang namanya pabrik Pocari. Disitu bisa melakukan kunjungan dan melihat proses pembuatan produk2 pocari, dan gak bayar muwehehe. Mana dapat Pocari gratis, trus kalo post foto bisa dapet merchandise juga , hehe.

Balas

wah kurang tahu kalau untuk hariannya. mungkin kalau kunjungan rombongan gitu ada tour buat liat-liat proses pembuatan yoghurtnya.

waktu itu adanya boleh liat sapi-sapi perah yang ada. gak sampai pengelolaannya.

enak juga tuh dapat pocari gratis hehe

salam kenal yak

Balas

Mari berkomentar !
Terimakasih.