Jurnal Asal | Opini Mini + Ulasan Santai

Event


Kamis, 21 September 2017

Pembuat Bahagia

Selesai mengoreksi tugas mahasiswanya, pak dosen yang sekaligus bapak kost itu mendadak ingin keluar menghirup udara malam. Sesampainya di teras ia kaget melihat satu anak kost yang sedang merokok dengan wajah sedang berpikir keras. Di sampingnya terdapat asbak penuh tegesan beserta botol minuman.

“Nak, sedang mikir apa?”

Anak kost itu terkaget dengan pertanyaan bapak kost. Sembari batuk anak tersebut mengambil botol dan meminum isinya. “Anu, pak. Bukan masalah yang penting.”

“Masalah perkuliahan kah?”

“Enggak kok, pak”

“Lalu apa?”

Anak kost itu diam, lalu bersuara. “Begini pak. Orang yang membuat indomie goreng itu sudah pasti masuk surga enggak ya, pak?”

Bapak kost tersenyum lembut. “Memangnya kenapa?”

“Kita bayangkan pak. Dengan harga semurah itu, indomie goreng memberi kenikmatan yang luarbiasa. Para pekerja yang stress kerjaan bisa mengisi perut mereka. Anak-anak kost yang tabungannya menipis, bisa bergembira dengan murah: makan indomie goreng. Dengan harga yang murah bisa membuat perut kenyang dan hati gembira. Kadang kalau lapar, menghirup aromanya juga sudah bikin bahagia. Bukan kah itu mulia?”

Bapak kost mengerutkan dahi, lalu duduk di kursi menghadap anak kostnya.

Anak kost itu mengepulkan asap rokoknya ke atas dan melanjutkan satu pertanyaan. “Apakah nanti para pembuat kebahagiaan kecil semacam itu, sudah pasti masuk surga, pak?

“Wah, pertanyaanmu terlalu berat, nak.” Dia menjawab sambil melirik merk botol minuman di depannya.

“uhuk!”

Setelah selesai dengan batuk beratnya anak kost itu meminta maaf. “Maaf, pak. Seperti yang saya tadi bilang, yang saya pikirkan bukan hal yang penting. Saya kayaknya ngelantur...”

“Tidak baik berpikir ngelantur gitu. Gunakanlah waktumu untuk aktivitas yang bermanfaat…”

“Iya,pak kalau gitu saya balik ke kamar dulu…” Anak kost itu mematikan rokoknya lalu menunduk di depan bapak kostnya. Tapi bapak kostnya segera bertanya, “Lhoh, kamu mau ngapain nak?”

“Menggunakan waktu sebaiknya, agar bermanfaat, pak”

“Iya mau ngapa malam-malam begini?”

“Mmm… Mungkin nyicil bikin presentasi….”

“Gak usah sekarang. Besok kan libur…”

Anak kost itu agak bingung.

“Masih punya stok indomie goreng?”

Ditanya seperti itu, anak kost itu grogi. “Mmm… barusan beli, pak”

“Kalau kamu mau, bolehlah bikinkan aku indomie goreng. Sekalian kita makan bareng.”

Wajah anak kost yang merah itu tampak sumringah. “Siap pak. Akan saya buatkan.”

Si anak kost itu buru-buru ke dalam.

“Eh, tunggu nak…”

“Iya, pak. Gimana?”

“Punya telor?”

“Punya,pak! Akan saya masak dengan telor!”

“Kasih irisan cabe, ya. Sama wortel sekalian…”

“Baik, pak”

“Kalau ada, saya dobel ya indomienya…”

“Siap, laksanakeun!”

“Eh, sama nanti aku minta rokokmu ya! Soalnya belum beli tadi.”

“Oke, pak” Segera anak kost itu ke dapur kost dengan hati yang gembira.


Pak dosen mengusap bibirnya sambil menenggak minuman anak kostnya. “Woo, lha ciu…” Pak dosen mengusap hidungya lalu tertawa lepas.



*SELESAI*

Apa yang bisa dikomentari dari cerita barusan? :D
Jangan jawab di hati :) Jawab di kolom komentar di bawah, hehehe.


Sumber gambar :
https://orig00.deviantart.net/
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

9 komentar

Indomie makanan semua orang, ada disaat orang yang membutuhkan.

Jadi penasaran setelah baca ini, siapa iya yang menciptakan indomie.
Cuma mau bilangin terimakasih telah membuat semua orang terutama anak kos merasa bahagia di saat sulit.

Balas

kenapa anakkost selalu disamakan dengan indomie atau mie, kan gak gitu :(

Balas

indomie mie dari Indonesia! hehehe

entah siapa tapi beliau jelas orang yang mulia :D

Balas

Karena secara defacto, indomie erat dengan anak kost :(

Balas

Banyak yang melabeli seperti itu hahaha

Balas

Anak kost tahu aja ..haha
Memang bikin kangen mie nih, udah lama gak makan mie aku :D

Balas

bagus, jangan makan mie lagi :D

Balas

Karena murah gan, terjangkau oleh anak kos :)

Balas

nikmat untuk yang semurah itu hehe :D

Balas

Mari berkomentar !
Terimakasih.