Monday, June 5, 2017

Alasan Malas Tarawih

Shalat itu penting. Tapi, jangan yang penting shalat.

Salah satu yang spesial di bulan Ramadhan adalah Shalat Tarawih. Yoi, kita melaksanakannya hanya pas bulan Ramadhan. Shalat tarawih merupakan shalat Sunnah malam yang pada bulan Ramadhan. Biasanya tarawih dilaksanak berjamaah di masjid. Yang dilaksanakan sehabis isya sampai waktu fajar.
(masuk-islam.com)

Hukum shalat tarawih itu Sunnah muakkad. Boleh dikerjakan sendiri atau berjamaah. Dibalik itu ada fakta menarik tentang tarawih. Yaitu, rasulullah saw hanya melakukan tarawih berjamaah dalam 3 kali kesempatan. Hal itu dilakukannya agar shalat tarawih tidak diwajibkan. Karena beliau takut umatnya merasa keberatan melaksanakannya. (masuk-islam.com)

Jumlah rakaatnya ada yang 8 rakaat + 3 witir ada juga yang 20 rakaat + 3 witir. Sejarah singkatnya sih, 8 rakaat dikarenakan rasulullah merasa agar tidak ada yang keberatan. Lalu, di zaman Umar bin khattab menambah menjadi 20 rakaat karena beranggapan muslim zaman tersebut tidak keberatan untuk menjalankannya.

Nah, dari situ aku mencoba menyisihkan waktu untuk shalat tarawih. Meskipun dalam riwayatku tidak pernah full, karena pasti ada godaan bukber atau kekenyangan habis buka puasa (sampai proses pencernaanku kayaknya melompat ke tahap akhir, duhh). Sebisaku aku mencoba tuk tetap shalat tarawih. Tapi pada setiap aku mencoba, aku merasa malas untuk tarawih berjamaah. Terlepas dari dua alasan sebelumnya, alasan lain aku dapat saat aku berjamaah di masjid. Hal-hal itu membuat aku yakin, bahwa shalatku tidak khusyuk. Karena aku terlalu fokus pada hal-hal itu.

Aku malas ketika bersebelahan dengan orang yang sangat khusyuk.

Bukan maksud untuk apa. Tapi pernah gak ngerasain shalat sama orang yang khusyuk banget? Saking khusyuknya, sepertinya orang itu lupa kalau lagi shalat bareng orang. Contoh sederhana aja, ada yang takbiratul ihramnya harus sikap sempurna banget. Hmm, yang ngeselin waktu orang itu melebarkan tangannya sampai menyenggol kita. Bukannya apa, tapi kan namanya sikut ya lancip lumayan buat nyakitin orang :(

Belum lagi kalau orang itu berusaha mengeraskan bacaannya. Pernah kan dalam keheningan, tiba-tiba ada suara yang berbisik-bisik. Atau kasus lain ada orang yang mendahului bacaan imam. Entah mungkin orang ini ingin  menunjukan hafalannya ke orang di sebelahnya, dan sayangnya yang di sebelahnya itu aku, yang ga bisa benar-benar fokus shalat.

Gangguan lain itu, ketika kita shalat di sebelah orang yang berbuka dengan motif balas dendam.

Kebanyakan orang dianjurkan berbuka dengan yang manis. tapi ada juga orang berbuka dengan motif balas dendam. Motif yang dimaksud itu orang yang kalau buka puasa menyikat habis semua makanan yang ada. Seperti orang itu sudah berpuasa selama 2 kehidupan. Nah, efeknya timbul ketika tarawih. Yaitu, kekenyangan dan bau mulut.

Kemarin aku shalat di sebelah bapak-bapak. Dari lihat jalannya sih kayaknya bapak ini memang kenyang akut. Berdirinya gak terlalu sempurna, kayak berusaha nahan sesuatu. Pas itu aku masih bodo amat. Tapi kecuekanku tiba-tiba pudar setelah mendengar bunyi “guukk”. Seketika aku diam, aku mencoba dan menghirup dalam udara yang hangat di tengah shalatku. Aku pun yakin dan mengucapkan dalam hati. “Pasti rawon”.

Okelah sendawa itu manusiawi. Tapi apa ya ga bisa diatur sedikit. Apalagi kalau menu yang disantap itu menu-menu ekstrem. Bisa-bisa pingsan jamaah yang ada, hahaha.

Bocah

Sungguh mulia orang tua yang mengajak anaknya pergi ke masjid. Dan sungguh tak berperasaan orang tua yang membiarkan anaknya bertingkah random.

Anak kecil kebanyakan belum mengerti shalat yang benar itu kayak apa. Ini aku gak bakal ngomongin insiden berteriak aamiin, karena itu sudah menjadi syarat menjadi anak Indonesia kayaknya. Yang lebih menyebalkan itu ketika ada anak kecil ngobrol bareng temannya tapi tetap berusaha shalat. Biasanya yang diomongin itu hal-hal polos yang menurutku ga ada maknanya.
ssst, ga boleh ramai pas shalat kata papaku”
 “aku ga ramai kok, ini Cuma cerita”
 “cerita apa?” 
“Kyubi Naruto jadi ekor 6”
Nah, sayangnya itu dilakukan dari rakaat awal. Dan bodohnya aku itu adalah kepo. Jadi mengikuti imam, aku malah menyimak obrolan bocah. Rasanya setan ga perlu turun tangan menggangguku, cukup 3 bocah saja sudah mengurangi kadar shalatku. Haduh.

Belum lagi ada bocah yang lari-lari dengan pedenya di depan orang shalat. Bahkan sialnya bocah ini berhenti sejenak di depanku dan menatapku dalam-dalam. Seolah-olah merasa asing denganku (berhubung aku juga pendatang). Awalnya balita ini terlihat lucu dan mencoba akrab denganku. Tapi pada waktu yang tidak terduga, dia ngentut di depanku. Dan apesnya itu ketika mau sujud. Jadi langsung deh, bau surga tercium saat sujud.


Imam Intoleran

Sub-judulnya agak provokasi ya, hehe. Tapi bukan intoleran kayak yang lagi booming sekarang. Intoleran yang aku maksud itu tidak sadar bahwa ada sebagian jamaah yang tidak kuat berdiri lama. Momen ini biasanya terjadi setelah jamaah mengucap “aamiin”. Semisal, imam mengawali dengan surat pendek aku pasti tenang. Namun, kalau ada tanda-tanda surat ini terlalu panjang pasti aku sudah menghembuskan nafas kekecewaan, hehehe.


Walaupun begitu bisa dibilang aku itu kaum yang paling ikhlas. Bukan soal ikhlas terhadap apa yang aku terima. Tapi, aku kaum yang paling suka dengan surat al-ikhlas :D “qulhu, ae likk”

Mungkin, buat calon-calon imam masjid yang membaca. Sebaiknya, dipilihlah surat yang cocok untuk semua kalangan. Ga semua orang menikmati hal tertentu juga.


Ya itu tadi lika-liku yang membuatku malas tarawih. Mungkin kalau ada bahasan yang kurang tepat mohon dianggap benar :D
Kalau ada pengalaman dari kalian boleh kok ditulis di kolom komen.  

Sumber gambar :
https://2.bp.blogspot.com/-sOXu7EtfWzI/Vdc9AvkP5PI/AAAAAAAAATE/mbbtbSp5t7g/w800-h800/pe.jpg
https://mutiamanarisa.files.wordpress.com/2010/10/anak-sedang-sholat.jpg
http://scontent.cdninstagram.com/t51.2885-15/s320x320/sh0.08/e35/18812302_147742812435375_5457938268165242880_n.jpg
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/94/42/82/944282a0bdce1fe93932d41aa89e6ea4.jpg



Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar. Silahkan komentar sering-sering hehe
Jangan lupa ikuti blog ini.