Pemalas yang coba rajin menuangkan pandangan, perasaan, dan pengalaman.

Event

Tuesday, June 13, 2017




Dewasa ini Gadget sudah didaulat menjadi barang yang wajib dimiliki semua kalangan. Hampir semua aktifitas membutuhkan gadget sebagai alat penunjangnya. Terutama generasi millenials, yang sejak awal sudah berkenalan dengan fungsi dari gadget. Hal itu membuat anak-anak muda merasa harus mendapatkan gadget yang diinginkan atau yang hanya sekedar sedang populer. Nah, muncul pertanyaan, bagaimana caranya punya gadget sendiri tanpa membebani orang tua?

Pertama, yang jelas kamu harus tahu kebutuhanmu. Contohnya kamu butuh gadget itu karena apa? Tugas kuliah atau karena lagi nge-trend saja? Dari situ, kamu bakal tahu gadget macam apa yang harus kamu beli. Misal kamu butuh notebook untuk mengerjakantugas. Kira-kira berapa ya harganya? Fyi, biasanya harga notebook sekitar 3-4 jutaan itu sudah sangat cukup untuk membuat kamu produktif mengerjakan tugas.

Kalau kamu sudah tahu berapa kisaran harga gadget yang dibutuhkan. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah mempersiapkan uang sesuai perkiraan itu. Jadi, kamu gak harus mencari tahu gadget lain yang di atas harga tersebut. Karena, sudah jelas pasti banyak yang tersedia. Namun itu semua tidak sesuai kebutuhanmu dan itu hanya mengganggu pikiranmu.

Target uang sudah diketahui. Sekarang bagaimana cara untuk mengumpulkan uang tersebut? Jawaban yang paling mudah ialah menabung. Dan jelas setiap orang tahu akan hal itu. Tapi, ada kah cara untuk mempercepat itu? Ada. Berikut cara menyiapkan uang dengan usaha sendiri:
  • ·         Menekan pengeluaran
Buatlah list kebutuhan dalam sebulan biar gak beli yang aneh-aneh. Dan belajarlah nge-rem pengeluaranmu. Jika biasanya kamu menganggarkan sebulan Rp 500 ribu untuk makan enak, belanja baju, atau hura-hura. Maka kini kamu harus coba menguranginya. Misal, membatasi nonton di bioskop dan gak perlu juga sering nongkrong. Karena, pas nongkrong bisa saja kita ada rasa gengsi kalau gak pesen, dan jadinya kamu tiba-tiba kalap di depan temen-temenmu. Biasakan makan yang murah saja dan beli sesuatu yang memang dibutuhkan.

Jangan juga membawa semua uangmu kalau lagi pergi. Simpan sebagian, takutnya satu lembar keluar dari dompet, 2-3 lembar lainnya mengikuti. Kalau pingin banget jajan, usahakan jangan hanya cemilan ringan. Jajan sekalian yang berat, siapa tahu kenyangnya tahan lama, hehe.

Selain itu coba juga bawa air putih sendiri. Biar kamu gak tergoda mampir mini market. Soalnya ada berbagai macam barang yang bakal menggoda kamu, meskipun niatmu hanya beli minum bisa saja beli barang lain.

Karena dengan menekan pengeluaran, kamu bisa mengalokasikan sisa uangmu itu untuk beli gadget sendiri. Anggap saja kamu bisa menahan uang Rp 200 ribu. Dalam 6 bulan kamu bisa punya uang Rp 1,2 juta. Cepat juga kan?


  • ·         Memisahkan Rp 100 ribu dari uang bulanan

Ketika orang tua mengirimi jatah bulanan, kamu jangan merasa kaya dulu. Jangan lah tiba-tiba bergairah untuk bebas makan enak, walaupun di akhir bulan. Coba potong Rp 100 ribu di awal dan langsung simpan, bisa di rekening terpisah atau tempat lain. Kalau dari awal kamu akan benar-benar menabung. Bukan menabung yang hanya karena ada uang sisa. Hal ini membuat kamu bisa berhemat dari awal dan cepat mencapai tujuanmu untuk beli gadget sendiri.
1 bulan : 100 ribu
6 bulan : 600 ribu
1 tahun : 1.2 Juta
Akan cepat sekali terkumpul walaupun memang agak memberatkan. Tapi, itu tidak masalah untuk sebuah tujuan yang mulia hehe. Dan sebenarnya gak harus nominal 100 ribu juga sih, terserah saja tergantung kemampuan dan kemauanmu saja. Yang penting dilakukan rutin.

Dalam rangka memuluskan usahamu mengumpulkan uang kamu harus cari sumber uang selain orang tua. Kamu bisa cari tambahan dengan cara-cara yang mudah kayak gini.
  • ·        Coba kerja sampingan

Contohnya kamu bisa ikut EO, karena biasanya banyak yang mencari volunteer, tenang nanti pasti dapat bayaran kok. Kamu juga bisa ikut project-project untuk menjadi freelance writer. Karena, makin ke sini banyak situs dan orang yang mencari jasa untuk menulis artikel. Dan enaknya jadi freelance writer kamu bisa memilih project itu sendiri, kapan waktunya, dan bisa juga negosiasi tentang bayarannya. Bisa juga ikut lomba-lomba. Cari tahu info tentang lomba, lalu pilih yang sesuai dengan apa yang kamu bisa.

Setelah kamu mendapatkan tambahan uang, jangan lalu kegirangan dan menghabiskan begitu saja. Simpanlah di rekening tabungan khususmu, kalau bisa jangan aktifkan ATM nya agar kamu tidak bisa menariknya. Dengan begitu tabunganmu juga gak bakal terganggu.
  • ·         Jual barang bekasmu

Jika kamu terbiasa menjadi pembeli, maka kini waktunya kamu menjadi penjual. Kamu bisa mengumpulkan barangmu yang tidak terpakai, tapi masih layak dipakai. Barang yang bisa kamu jual beragam, bisa pakaian, alat musik, aksesoris, atau alat elektronik. Dari aktifitas itu kamu bisa menambah dana sekaligus bersih-bersih rumah. Bermanfaat kan?

Lalu setelah uang terkumpul sesuai target. Cari tahu gadget-gadget yang ada. Bisa langsung ke toko atau browsing dulu di internet. Dari berbagai pilihan yang ada, carilah yang paling unggul dan gak terlalu mahal. Lihat keunggulan dari spesifikasinya.

Sistem Operasi
DOS
Ukuran Layar 
11.6" 16:10 HD (1366x768)
Adaptor Daya
Output :
19 V DC, A, 33 W
Input :
100 -240 V AC, 50/60 Hz universal
Processor
Intel® Celeron® Dual-Core N3050 Processor, 2.16 GHz
VGA
Integrated Intel® HD Graphics (Pentium & Celeron)
Harddisk
7mm SATA3
- 500GB HDD
RAM
DDR3L 1600 MHz SDRAM, OnBoard Memory , OnBoard Memory 2 GB
Card Reader
card reader (Micro SD )
Networking
Terintegrasi 802.11 ac
Built-in Bluetooth™ V4.0
Web Camera
HD Web Camera
Berat
1.21 kg
Audio
Built-in Speakers And Digital Array Microphone
Baterai
3Cells 48 Whrs Polymer Battery
I/O Port
1 x Headphone-out jack (Audio-in Combo)
1 x USB 3.0 port(s)
1 x USB 2.0 port(s)
1 x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps)
1 x micro HDMI
Ini merupakan spesifikasi dari notebook ASUS EeeBook E202.

Kalau kamu gak terlalu paham tentang spesifikasi di atas, cari review nya saja. Biasanya gadget keren pasti banyak yang nge-review. Apalagi brand terkenal seperti ASUS. Yang terbukti produk-produknya telah memenangkan 4,256 penghargaan internasional dan berbagai pujian di tahun 2013, sepadan dengan lebih dari 11 penghargaan per hari. (https://www.asus.com/id/Award/)

Berikur contoh review sederhana notebook ASUS EeeBook E202. 

Untuk seri yang satu ini ASUS menerapkan konsep minimalis. Diwujudkan dengan ukuran mungil yang stylish. Dengan dimensi 29.7 x 19.4 x 2.14 cm dan berat yang hanya 1.25 Kg. Pasti membuat notebook ini mudah untuk dibawa dan juga disimpan. Meski kecil, notebook ini memiliki layar 11.6 inci yang siap memanjakan penggunanya saat sekedar menonton film atau mengerjakan tugas.



ASUS EeeBook E202 ini sangat cocok digunakan anak muda. Apalagi notebook yang hadir dalam versi Windows 10 ini tersedia dalam pilihan warna Black, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge. Yang mana akan menambah kesan elegan untuk anak muda.


Penampilan sudah oke punya. Ditambah notebook seharga Rp 3.249.000 ini juga baik performanya. Itu dibuktikan karena, notebook yang berukuran sebesar kertas A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya, yang mana masa aktif baterai dapat mencapai 8 jam dan dapat diisi ulang dengan cepat melalui port USB 3.1 Type-C. Wow, keren dan unik. Ketahanan notebook ASUS EeeBook E202 ini sangat mumpuni. Menjadikan kita tidak akan khawatir ketika menggunakannya.


Bukan hanya faktor penampilan saja. Notebook ini sesuai untuk kawula muda, karena selain mengutamakan penampilan dan ketahanan, faktor kenyamanan tetap diperhatikan.  Terbukti dengan touchpad yang responsif untuk memudahkan kegiatan scrolling. Keyboard dari ASUS EeeBook E202 juga sangat nyaman digunakan, karena menggunakan desain one-piecce chiclet.  Wi-fi yang disematkan pasti akan membuat pengguna nyaman berselancar di internet. Tak lupa ASUS menyulap notebook ini dengan Fan less design, agar tidak rewel saat digunakan terlalu lama. Jadi kamu gak perlu malu jika mengerjakan tugas di ruang publik, notebookmu gak bakal ngeluarin suara bising.


Semua sudah disiapkan secara rapi. Tinggal beli gadgetnya. Eits, jangan keburu-buru. Masih ada cara agar kamu tidak mengeluarkan semua uangmu. Gimana caranya? Usahakan membeli gadget di akhir tahun. Karena, kebanyakan toko-toko sedang cuci gudang. Dan pasti harganya akan turun banyak.

Tapi, kalau kamu merasa itu terlalu lama. Mungkin kamu dapat membeli gadget di pameran elektronik. Harganya juga lebih murah dari biasanya. Terlebih ada banyak penjual dalam satu tempat. Jadi kamu juga bisa membandingkan harga yang sesuai.

Nah, itu tadi tips untuk kamu yang ingin membeli gadget dengan uangmu sendiri. Kesimpulannya, ada baiknya kamu menguji seberapa keproduktifanmu sebelum mendapatkan yang kamu ingin. Daripada kamu menjadikan ketidakpunyaanmu sebagai alasan tidak produktif. Dan dengan cara-cara di atas, pasti akan membuatmu lebih produktif setelah mempunyai sebuah gadget impian. Gadget seperti ASUS EeeBook E202 yang cocok untuk menopang kegiatanmu dan mendukung produktifitas kerjamu.

 Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.

Sunday, June 11, 2017

Setengah bulan Juni sudah terlalui. Belum juga aku berjumpa wajah cantikmu dalam pandanganku. Seperti tiada lagi kesempatan, yang ada hanya berbagai kenangan. Udara berhembus membawa namamu yang senantiasa kuhirup di samping kipas ini. Tidak bergerak hanya berputar pada porosnya. Ya, kamu juga masih jadi poros setiap langkahku yang kini mulai terbiasa dengan segala halangan.

Langkahku terhenti di sebuah restoran. Dengan menu yang sama yang pernah kita pesan, namun hanya aku yang menikmati sendiri. Tidak ada lagi hangatnya hadirmu di depan menu panas ini. Aku terdiam menatap menu ini, sambil bicara dalam hati “bagaimana kabarmu hari ini?”

Dalam perjalanan pulang, aku mengingat kembali. Tanganmu yang malu-malu melingkar di perut yang kenyang waktu itu. Aku mencoba menjahilimu. Kamu cubit aku dan menepuk pelan helmku, tanda kamu juga setuju. Aku senang sekali, saat kamu menulis namamu di punggungku. Aku selalu menikmati semua tingkahmu, yang selalu menghiburku.

Jujur, aku hanya ingin bersamamu. Tak peduli kemana kita melaju, asal kamu membisikan cerita seru. Mata dan telingaku sudah jatuh cinta pada senyum dan nyanyianmu. Meski cemberut dan rengekanmu menyudahi lamunanku. Kamu tetap membuatku nyaman, berada di dekatmu.

Bintang bersembunyi, mendaulat dirimu sebagai pusat terang yang baru. Menyala terang, hangat, mengganti dinginnya malam. Malam terasa sama dengan malam yang dulu. Tapi, apakah kamu masih sama? Masih sama kah, caramu memainkan jilbab saat menungguku. Masih sama kah, caramu mengingatkan kalau aku salah. Masih sama kah, lagu yang selalu kamu nyanyikan, yang mana selalu memisahkan bising jalanan.

Mungkin sudah beda. Yang aku tahu, aku yang sudah berbeda. Aku gak akan lagi memencet hidungmu, menatap bulatnya mata indahmu, dan menyubit manja pipimu lagi. Aku sudah tidak bisa melakukan itu lagi, sekarang. Yang aku bisa hanya membayangkan lagi.

Membayangkan setiap malam kamu bersandar di bahuku. Lepas bercerita ini itu. Tentang orang lewat, tentang kamu hingga tentang jam yang sudah terlampau malam. Penanda bahwa aku harus menghantarmu pulang. Menutup kembali gerbang rumahmu, itu kebiasaan baruku. Menutup harimu dengan ucapan selamat malam, menjadi harapan baruku lagi.


Bersama lagu dari Hivi, berjudul Sama-Sama Tahu, aku merindukamu. Sekedar merindu ditambah rasa mau…

Tuesday, June 6, 2017

Surabaya, Kota Pahlawan, sekaligus Ibu Kota Jawa Timur. Sudah menjadi hal umum kalau Surabaya disebut sebagai destinasi penuntut ilmu dan pencari nafkah. Kota asal Bonek ini memiliki berbagai tempat kerja dan perguruan tinggi. ITS, UNAIR, UNESA, UBAYA, UK Petra merupakan beberapa contoh perguruan yang ada di Surabaya.


Banyak penduduk luar Surabaya yang datang merantau ke Kota yang terkenal dengan arek-areknya. Banyak anak-anak muda dari penjuru Indonesia yang datang untuk menimba ilmu. Jika kamu ada rencana untuk hidup di Surabaya, alangkah baikanya kamu mengetahui hal umum dari Surabaya agar tidak bingung saat menginjakan kaki di Kotanya Bu Risma yang sangat panas ini. Terutama biaya hidup di Surabaya.

Akses Transportasi
Sebelum ke biaya hidup, ketahui dulu akses transportasi yang ada di Surabaya. Sebagai kota yang besar Surabaya memili berbagai jenis akomodasi pilihan. Stasiun Gubeng, Wonokromo, Pasar Turi, merupakan stasiun kereta besar yang perlu kamu ketahui. Terminal Bungurasih.Pelabuhan Tanjung Perak. Bandara Juanda yang secara lokasi berada di Sidoarjo.

Kenali angkot yang ada.
Contoh Angkot

Di Surabaya angkot disebut juga ‘Len’. Trayeknya biasanya tertulis di kaca depan dan ditandai dengan kode huruf di pojoknya. Di Surabaya juga masih banyak taksi, bus, atau becak untuk pilihan. Kamu yang bingungan tenang aja, ada transportasi online kok. Mulai Go-jek, Grab, dan Uber. Semuanya komplit dan tersedia di setiap tempat.

Kalau bisa sih punya kendaraan sendiri. Karena setahun tanpa kendaraan sih kerasa banget repotnya, ga bisa leluasa gitu. Meskipun ada transportasi online, tetep aja butuh. Kendaraan ga harus bermotor juga sih, mungkin bisa sepeda ontel, becak, atau kuda.

Biaya Hidup di Surabaya?
Yang menjadi fokus utama pasti biaya hidupnya. Mau dibilang murah bisa, mahal juga bisa banget. Relatif aja sih, pinter-pinter nyesuain aja.

Mulai dari kost, Surabaya masih agak wajar. 300-500 ribu itu tergolong murah dan banyak di mana-mana. Sudah jelas, ada harga ada fasilitas. Untuk yang cari AC biasanya 800 ribuan ke atas. Kalau 400 ribuan itu udah cukup banget. Contoh punyaku daerah UNAIR, 350 itu udah komplit listrik+air, kasur, lemari, meja, kamar mandi luar (dan penari latar, ehh ngaco). Kebanyakan sih sekarang harga 500 ribu ke atas kalau mau gampang nyarinya. kalau yang lebih murah sudah agak jarang, kalau ada pun aksesnya kurang leluasa.
Rp 500 ribu an

Kalau kamu belum sempet ke Surabaya, tapi ga mau kehabisan kamar, booking aja via online. Cek MamiKost,atau search di google aja pasti muncul dan siap sedia kok.
Yang perlu ada di kost itu nanti : Pendingin ruangan. Entah mau AC, kipas, atau kulkas terserah. Soalnya Surabaya panasnya luar biasa. Ga perlu ragu jemuran ga kering, karena kayaknya jarang banget. Surabaya panas di siang hari, gerah di malam hari.

Kalau makannya?
Pilih warung makan yang menyediakan masakan rumahan. Kalau mau ngirit ya ga usah nyeleneh deh hehe. Sekali makan paling 8-10 ribu + Es teh 2-3 ribu. Gorengan seribuan. Lumayan murah lah. Lebih ngirit sih, kalau masak nasi sendiri lauknya nanti beli. Oiya, kalau di Surabaya ‘lauk’ itu disebut ‘ikan’ jadi ga usah bingung pas ditanya hehe.

Estimasi :
Kost (anggap aja) 450 ribu. Makan 10x3= 30 ribu/hari. Paling kalau udah jadi anak kos sejati, makan 2 kali itu sudah cukup hahaha. Bensin (yg bawa motor) 5 ribu/hari anggap aja cuma dipakai berangkat-pulang dari kampus. Terus keperluan lain (sabun, cuci, rokok, dll) 150 ribu.


450 (kos) + 650 (makan) + 150 (Transportasi) + 100 (pulsa) + 50 (hiburan) + 200 (lain-lain) = 1.600

Nah, itu tadi sekilas biaya hidup di Surabaya. Tapi itu bukan biaya pasti ya, soalnya bisa berubah. Terlebih itu perhitungannya memukul pengeluaran juga, hehe. Kira-kira segitu sudah bisa, kok. Lanjut ke hal lain.

Tempat Strategis
Hafalin tempat-tempat strategis, sekiranya buat menandai biar ga nyasar. Ada Balai Pemuda, Kantor Gubernur, Taman Bungkul, Dr. Soetomo, Merr, Suramadu dan tempat-tempat tertentu. Cari tahu terlebih dahulu biar ga bingung nantinya.




Budaya
Jangan kaget kalau orang Surabaya ngomongnya agak keras dan cepat. Emang begitu gak ada maksud marah, kok. Bahasa jawa di sini beda dengan Solo/Jogja yang cenderung lebih halus, tapi overall maknanya hampir sama, kok.

Coba biasakan mengucap kata rek, yaopo = gimana, sampeyan/awakmu/kon=kamu, dan juga Jancuk agar cepat akrab hahaha.

Budaya lalu lintas di Surabaya, agak mengejutkan. Sebagian ga terlalu peduli sama lampu merah kalau sekiranya bisa diterobos, pasti langsung gas. Macet? Namanya kota besar pasti macet. Jam-jam kerja dan persimpangan pasti macet. Apalagi banyak perlintasan rel kereta, macetnya jadi tambah deh.

Refreshing
Biasanya kalau sudah tahu biaya hidup di Surabaya, jadi lebih mudah mengira-ngira. Misal tambahan biaya buat senang-senang sesekali. Kalau mau jujur, kayaknya Surabaya masih minim tempat refreshing yang fresh bener. Paling juga pantai kenjeran, taman-taman gitu, atau tempat hits deket pelabuhan North Quay.

North Quay

Di Surabaya kebanyakan sih mainnya ke mal. Di sini mal berceceran di mana-mana. Selain mal juga banyak café yang kekinian banget. Tinggal search pasti muncul deh. Pub/club juga lumaya kalau mau khilaf semaleman. Misal kalau ada saudara mau datang, di Surabaya tersedia banyak hotel. Mulai dari bintang 5 sampai bintang kejora juga ada. Harganya bervariasi.

Kalau memang mau cari tempat refreshing, mending ke malang aja. Ga terlalu jauh bisa diakses dengan kereta juga atau mau motoran juga ga terlalu lama. Di sana dijamin lebih banyak tempat buat refreshing dan yang jelas lebih adem hehe.

Itu tadi sedikit informasi tentang apa yang ada sampai biaya hidup di Surabaya. Semoga bermanfaat. Misal ada tambahan, langsung aja taruh di kolom komentar. Thanks


Sumber gambar :
http://www.zesthotel.com/
http://www.hipwee.com/
http://nettik.net/
http://www.artikel-indonesia.com/
https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah
http://s17.postimg.org/

Monday, June 5, 2017

Shalat itu penting. Tapi, jangan yang penting shalat.

Salah satu yang spesial di bulan Ramadhan adalah Shalat Tarawih. Yoi, kita melaksanakannya hanya pas bulan Ramadhan. Shalat tarawih merupakan shalat Sunnah malam yang pada bulan Ramadhan. Biasanya tarawih dilaksanak berjamaah di masjid. Yang dilaksanakan sehabis isya sampai waktu fajar.
(masuk-islam.com)

Hukum shalat tarawih itu Sunnah muakkad. Boleh dikerjakan sendiri atau berjamaah. Dibalik itu ada fakta menarik tentang tarawih. Yaitu, rasulullah saw hanya melakukan tarawih berjamaah dalam 3 kali kesempatan. Hal itu dilakukannya agar shalat tarawih tidak diwajibkan. Karena beliau takut umatnya merasa keberatan melaksanakannya. (masuk-islam.com)

Jumlah rakaatnya ada yang 8 rakaat + 3 witir ada juga yang 20 rakaat + 3 witir. Sejarah singkatnya sih, 8 rakaat dikarenakan rasulullah merasa agar tidak ada yang keberatan. Lalu, di zaman Umar bin khattab menambah menjadi 20 rakaat karena beranggapan muslim zaman tersebut tidak keberatan untuk menjalankannya.

Nah, dari situ aku mencoba menyisihkan waktu untuk shalat tarawih. Meskipun dalam riwayatku tidak pernah full, karena pasti ada godaan bukber atau kekenyangan habis buka puasa (sampai proses pencernaanku kayaknya melompat ke tahap akhir, duhh). Sebisaku aku mencoba tuk tetap shalat tarawih. Tapi pada setiap aku mencoba, aku merasa malas untuk tarawih berjamaah. Terlepas dari dua alasan sebelumnya, alasan lain aku dapat saat aku berjamaah di masjid. Hal-hal itu membuat aku yakin, bahwa shalatku tidak khusyuk. Karena aku terlalu fokus pada hal-hal itu.

Aku malas ketika bersebelahan dengan orang yang sangat khusyuk.

Bukan maksud untuk apa. Tapi pernah gak ngerasain shalat sama orang yang khusyuk banget? Saking khusyuknya, sepertinya orang itu lupa kalau lagi shalat bareng orang. Contoh sederhana aja, ada yang takbiratul ihramnya harus sikap sempurna banget. Hmm, yang ngeselin waktu orang itu melebarkan tangannya sampai menyenggol kita. Bukannya apa, tapi kan namanya sikut ya lancip lumayan buat nyakitin orang :(

Belum lagi kalau orang itu berusaha mengeraskan bacaannya. Pernah kan dalam keheningan, tiba-tiba ada suara yang berbisik-bisik. Atau kasus lain ada orang yang mendahului bacaan imam. Entah mungkin orang ini ingin  menunjukan hafalannya ke orang di sebelahnya, dan sayangnya yang di sebelahnya itu aku, yang ga bisa benar-benar fokus shalat.

Gangguan lain itu, ketika kita shalat di sebelah orang yang berbuka dengan motif balas dendam.

Kebanyakan orang dianjurkan berbuka dengan yang manis. tapi ada juga orang berbuka dengan motif balas dendam. Motif yang dimaksud itu orang yang kalau buka puasa menyikat habis semua makanan yang ada. Seperti orang itu sudah berpuasa selama 2 kehidupan. Nah, efeknya timbul ketika tarawih. Yaitu, kekenyangan dan bau mulut.

Kemarin aku shalat di sebelah bapak-bapak. Dari lihat jalannya sih kayaknya bapak ini memang kenyang akut. Berdirinya gak terlalu sempurna, kayak berusaha nahan sesuatu. Pas itu aku masih bodo amat. Tapi kecuekanku tiba-tiba pudar setelah mendengar bunyi “guukk”. Seketika aku diam, aku mencoba dan menghirup dalam udara yang hangat di tengah shalatku. Aku pun yakin dan mengucapkan dalam hati. “Pasti rawon”.

Okelah sendawa itu manusiawi. Tapi apa ya ga bisa diatur sedikit. Apalagi kalau menu yang disantap itu menu-menu ekstrem. Bisa-bisa pingsan jamaah yang ada, hahaha.

Bocah

Sungguh mulia orang tua yang mengajak anaknya pergi ke masjid. Dan sungguh tak berperasaan orang tua yang membiarkan anaknya bertingkah random.

Anak kecil kebanyakan belum mengerti shalat yang benar itu kayak apa. Ini aku gak bakal ngomongin insiden berteriak aamiin, karena itu sudah menjadi syarat menjadi anak Indonesia kayaknya. Yang lebih menyebalkan itu ketika ada anak kecil ngobrol bareng temannya tapi tetap berusaha shalat. Biasanya yang diomongin itu hal-hal polos yang menurutku ga ada maknanya.
ssst, ga boleh ramai pas shalat kata papaku”
 “aku ga ramai kok, ini Cuma cerita”
 “cerita apa?” 
“Kyubi Naruto jadi ekor 6”
Nah, sayangnya itu dilakukan dari rakaat awal. Dan bodohnya aku itu adalah kepo. Jadi mengikuti imam, aku malah menyimak obrolan bocah. Rasanya setan ga perlu turun tangan menggangguku, cukup 3 bocah saja sudah mengurangi kadar shalatku. Haduh.

Belum lagi ada bocah yang lari-lari dengan pedenya di depan orang shalat. Bahkan sialnya bocah ini berhenti sejenak di depanku dan menatapku dalam-dalam. Seolah-olah merasa asing denganku (berhubung aku juga pendatang). Awalnya balita ini terlihat lucu dan mencoba akrab denganku. Tapi pada waktu yang tidak terduga, dia ngentut di depanku. Dan apesnya itu ketika mau sujud. Jadi langsung deh, bau surga tercium saat sujud.


Imam Intoleran

Sub-judulnya agak provokasi ya, hehe. Tapi bukan intoleran kayak yang lagi booming sekarang. Intoleran yang aku maksud itu tidak sadar bahwa ada sebagian jamaah yang tidak kuat berdiri lama. Momen ini biasanya terjadi setelah jamaah mengucap “aamiin”. Semisal, imam mengawali dengan surat pendek aku pasti tenang. Namun, kalau ada tanda-tanda surat ini terlalu panjang pasti aku sudah menghembuskan nafas kekecewaan, hehehe.


Walaupun begitu bisa dibilang aku itu kaum yang paling ikhlas. Bukan soal ikhlas terhadap apa yang aku terima. Tapi, aku kaum yang paling suka dengan surat al-ikhlas :D “qulhu, ae likk”

Mungkin, buat calon-calon imam masjid yang membaca. Sebaiknya, dipilihlah surat yang cocok untuk semua kalangan. Ga semua orang menikmati hal tertentu juga.


Ya itu tadi lika-liku yang membuatku malas tarawih. Mungkin kalau ada bahasan yang kurang tepat mohon dianggap benar :D
Kalau ada pengalaman dari kalian boleh kok ditulis di kolom komen.  

Sumber gambar :
https://2.bp.blogspot.com/-sOXu7EtfWzI/Vdc9AvkP5PI/AAAAAAAAATE/mbbtbSp5t7g/w800-h800/pe.jpg
https://mutiamanarisa.files.wordpress.com/2010/10/anak-sedang-sholat.jpg
http://scontent.cdninstagram.com/t51.2885-15/s320x320/sh0.08/e35/18812302_147742812435375_5457938268165242880_n.jpg
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/94/42/82/944282a0bdce1fe93932d41aa89e6ea4.jpg