Jurnal Asal | Opini Mini + Ulasan Santai

Event


Sabtu, 27 Mei 2017

Ternyata Ramadhan



Eh ramadhan,

Aku tahu kau akan datang. Karena sudah terlihat iklan sirup di TV, broadcast religi menghampiri, dan orang-orang ke pemakaman tuk melepas rindu.

Sebenarnya aku tak terlalu mengenalmu. Aku merasa bingung dengan orang-orang. Kenapa kau selalu diistimewakan? Namun, setelah orang-orang memperkenalkanmu, aku merasakan spesialnya dirimu. Kau datang berbekal hal-hal khas bersamamu, dan itulah yang kini membuatku selalu menantimu. Kau juga penanda waktu yang baik. Dan selalu saja kau datang tepat waktu menggeser rindu.


Ramadhan, sepertinya cuaca akan lebih panas dari tahun lalu dan mungkin lebih tak menentu. Jujur, aku menghayal hujan dan teduh di antara harimu.

Ramdhan, aku harap yang aku dapat tahun ini bukan sekedar lapar dan haus, tapi juga pengampunan dan pemahaman. Aku yakin setelah kau pamit aku lebih bisa memahami diri-Nya. Jika aku beruntung, aku dapat lebih memahami diriku sendiri.

Dan sepertinya, kau kian dekat. Maka ijinkan aku menyambutmu di malam ini. Dengan niat tulus dan menu seadanya.


Selamat datang Ramadhan, mari kita mulai. 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar

Mari berkomentar !
Terimakasih.