Pemalas yang coba rajin menuangkan pandangan, perasaan, dan pengalaman.

Event

Sunday, May 28, 2017

Pernah aku dicurhatin oleh teman yang menurutku dia serba enak. Dia punya banyak hal di mataku. Dia memiliki otak level atas. Dia juga mendapat apa yang aku tidak punya. Nah, orang ini bercerita tentang masalahnya dan segala kekurangan yang dia alami serta rasakan. Dia mengeluh karena belum bisa beli smartphone terbaru tuk melengkapi koleksinya, mengeluh atas uang jajan yang kelebihan, mengeluh juga dengan kondisinya yang berkelebihan. Hahaha!


Padahal di mataku dia hidupnya sudah terlampau enak. Bisa beli ini, bisa nunjukin itu, ketika orang lain hanya bisa kepingin aja. Keluhannya juga tentang asmara, dia selalu resah karena pasangannya sudah top sampai bingung mau cari ganti yang kayak gimana, hadehh. Dia pun ngeluhin tentang ramai rumahnya karena memili keluarga utuh. Dari situ muncul iriku, aku spontan membandingkan dengan kondisiku. Satu sisi aku merasa rendah, di sisi yang sama juga aku merasa kesal. Dan di sisi lain aku sadar.


Aku teringat ungkapan, “Apa yang kita lihat pada seseorang, itu hanya yang ia tampilkan”
 Atau dalam dunia event, “Yang penyelengara tampilkan itu Main-stage, dan ada back-stage yang hanya diketahui penyelenggara”

Saturday, May 27, 2017



Eh ramadhan,

Aku tahu kau akan datang. Karena sudah terlihat iklan sirup di TV, broadcast religi menghampiri, dan orang-orang ke pemakaman tuk melepas rindu.

Sebenarnya aku tak terlalu mengenalmu. Aku merasa bingung dengan orang-orang. Kenapa kau selalu diistimewakan? Namun, setelah orang-orang memperkenalkanmu, aku merasakan spesialnya dirimu. Kau datang berbekal hal-hal khas bersamamu, dan itulah yang kini membuatku selalu menantimu. Kau juga penanda waktu yang baik. Dan selalu saja kau datang tepat waktu menggeser rindu.

Tuesday, May 23, 2017

Beberapa hari yang lalu aku buka line today dan membaca berita tentang siswi SMA bernama Afi Nihaya Faradisa. Dia siswi SMA yang mencuri perhatian dengan unggahan status di Facebook. Status yang bisa dibilang nakal  itu diberi judul “Warisan”. Afi mendapat combo viral. Pertama, karena isi dari statusnya yang merupakan hasil pemikiran siswi SMA itu membuat kagum para netizen. Kedua, bukan hanya status di Facebooknya, namun “status Facebooknya” juga menjadi viral. Akun siswi tersebut di-suspend, meski kemudian diaktifkan lagi oleh Facebook.

Penyebab suspend mungkin karena banyak yang tak sependapat atau mungkin “geli tersentil” oleh status Afi. Secara pribadi sih tindakan suspend tersebut seperti pembungkaman ke-kritisan generasi milenials. Padahal status tersebut juga tidak memihak atau secara gamblang menyerang pihak tertentu. Meski begitu tetap ada banyak netizen yang mendukung dan memuji kelihaian Afi dalam menyampaikan pendapat. Bahkan, ada yang memberikan balasan secara terbuka. Balasan tersebut bisa dilihat di sini.

Gilang melalui status “Teruntuk dek Afi Nihaya Faradisa” mencoba menanggapi atau bisa dibilang ingin menggurui Afi sebagai “kakak”. Tanggapan Gilang akan aku coba komentari juga, sekaligus mengomentari status Afi.

Friday, May 5, 2017


Jarak pandai mencipta rindu
Gemar kolaborasi dengan waktu
Merasa jauh, ku dipeluk haru
Bisikan pun terdengar menderu
Begitulah pesona
Hal jauh di sana
Meski rantau rajin menawarkan
Goda dan harapan
Cerahnya masa depan
Tetaplah rumah tempat ternyaman
Satu ingin telah tertuang
Satu pikir sering terulang
Satu kata yang terpajang
Pulang