Jurnal Asal | Opini Mini + Ulasan Santai

Event


Kamis, 02 Februari 2017

Alasan Pulang Terasa Lebih Cepat

Curhat sedikit, akhir-akhir ini aku sering melakukan perjalanan. Nah, disetiap perjalanan yang aku rasakan itu capek dan lama banget waktunya. Tapi, pas pulang ga terasa kayak pas berangkat. Padahal jarak yang ditempuh sama, medan yang dilalui juga gak beda. Pasti pernah ngerasain kayak gitu. Jadi penasaran, Kenapa ya kalau pulang kerasa lebih cepat dibanding berangkat? 
Ternyata hal seperti itu wajar. Dan para peneliti sudah lama mengamati fenomena ini,  mereka menyebutnya dengan sebutan “Return Trip Effect”. 
Image result for return trip effect
Meski terasa lebih cepat, nyatanya perjalanan pulang  tidak benar-benar lebih cepat dari perjalanan berangkat. Setelah dipikir-pikir, itu semua hanya ada di dalam otak kita. Karena, sepertinya saat dalam perjalanan berangkat, otak kita cenderung lebih fokus untuk mencerna rute dan obyek yang kita temui sepanjang jalan. Ketika otak kita sedang fokus, persepsi otak kita terhadap waktu juga akan terasa lebih lama. Jadi keinget pas SMA, pas mencoba fokus pada pelajaran matematika di ruang kelas, entah kenapa waktu seperti terhenti dan tak jalan-jalan. Sedangkan saat pulang, jika kita melewati jalan yang sama, otak kita sudah lebih familiar, dan tak perlu lagi bekerja keras untuk fokus, sehingga persepsi otak kita terhadap waktu juga akan terasa menjadi lebih cepat. 
Dan harus disepakati, fenomena ini lebih sering terjadi ketika kita bepergian ke tempat baru yang belum dikenal, karena otak kita mencoba lebih fokus. Sedangkan di tempat yang sudah kita kenal atau lalui tiap hari, fenomena ini lebih jarang terjadi. Iya kan?
Atau mungkin, fenomena ini terjadi karena saat kita pergi, kita memiliki ekspektasi waktu untuk tiba. Sedangkan nyatanya, saat di jalan pergi, seringkali kita menemui banyak hal, yang membuat kita khawatir, sehingga kita terus mengecek target waktu kita dan membuat efek psikologis bahwa perjalanan jadi terasa lebih panjang. Sedangkan saat di jalan pulang perjalanan terasa lebih pendek, karena kita seringkali tak terbebani lagi ekspektasi waktu kita, untuk sampai. Ini menurut anak psikologi lho yaa, hehe.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

2 komentar

Ah, gue baru tahu namanya "Return Trip Effect", ini gue juga sering ngalamin. Ternyata emang semuanya cuma ada di pikiran kita doang ya. Bener tuh, lebih sering terjadi kalo kita bepergian ke tempat yang belum dikenal, soalnya kalo perjalanan sehari-hari ke kantor pun rasanya biasa aja efeknya. Mungkin karena otak kita dah hapal polanya kali ya.

Kalo pergi ke tempat yang belom dikenal, wah... pasti fokus banget ngeliat kondisi jalan dan patokan-patokannya, hehe. Ga akan tenang sebelum sampai ke tempat tujuan, apalagi kalo lagi ada acara-acara penting yang butuh banget ketepatan waktu. Setelah urusan kelar, pas balik lagi, rasanya udah plong, dan perjalanan pulang berasa cepet. Persepsi otak terhadap waktu nyatanya bisa ngehasilin efek sedemikian rupa ya, ckck...

Balas

Bener. Kerja otak bisa menimbulkan presepsi sendiri. Dan kita juga mendukung itu karena perasaan juga. Gak tau kenapa padahal nyatanya belum tentu sama, tapi karena otak merasa gitu jadi menganggap gitu. Hehe

Apasih ini hehe

Balas

Mari berkomentar !
Terimakasih.