Pemalas yang coba rajin menuangkan pandangan, perasaan, dan pengalaman.

Event

Thursday, January 12, 2017

Dalam Sebuah Cerita : Kamu Itu Titik atau Koma?

Aku pernah terbangun dalam keadaan tak sadar diri, sebab harapan yang terlalu tinggi. Pernah juga terbangun dalam keadaan mati, sebab dibunuh oleh mimpi. Tapi sekali, aku terbangun dalam keadaan hidup, namun segalanya telah berhenti. Aku tidak mati, hanya cerita yang kuakhiri. Lalu terjerat ingatanku, pada komposisi yang menyebar kebencian. Terperosok tubuhku dalam nafsu yang tak mengenal majikan. 




Aku terlalu mengabaikan logika, hingga perasaan merajai seluruh indera. Aku buta, pada kenyataan. Aku tuli, pada bisik-bisik kebenaran. Aku kaku, pada sentuhan. Aku bisu, pada kejujuran. Dan hanya getir, yang kukenal di ujung bibir. Kau pernah membawaku pada sebuah titik, dan mengikatku hingga tak berkutik. Lalu kau biarkan segerombolan burung-burung pemakan bangkai, menghabisi harapanku yang abai.

Kala itu, aku menitikkan kisah ku. Aku mengakhiri cerita yang bermain di kepala, yang di dalamnya kau lah pemeran utama yang aku sanjung di hadapan Tuhan. 

Namun yang aku tahu, ketika kutitikan kisahku, Tuhan mengenalkanku pada koma; dimana kisah hanya dipisah unsurnya, bukan dihentikan ceritanya.


Dan kini, aku terbangun dalam keadaan mengerti, bahwa bagi Tuhan, kata "selamanya", adalah kata yang memiliki makna terlalu lama. Lalu koma, layaknya sosok senja yang bertugas membagi masa. Dan kau; pagi yang kurelakan, teruntuk pagi yang lain (yang juga akan digantikan). Hingga malam, akan kembali menjadi teman setia, dalam perjalanan.

---
Sebuah pandangan, keyakinan, dan harapanku terhadap ucapan "break". Jeda ya jeda bukan akhir. Tapi entah sampai kapan aku ingin diam, mungkin sampai aku merasa bosan dengan sepi. You the Fucking best :)

Seperti halnya tulisan temanku,
 "I'm trying to forget you. But, I'm also waiting for you, to come back"

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar. Silahkan komentar sering-sering hehe
Jangan lupa ikuti blog ini.