Jurnal Asal | Opini Mini + Ulasan Santai

Event


Sabtu, 18 November 2017

"...Tak ada ruang bagi tanah kering, segalanya menjadi basah".

Aku bertemu lagi dengan wanita yang duduk sendiri di sebuah kedai minuman. Wanita yang belakangan ini sering aku jumpai sendirian. Yang mana ia datang langsung duduk di pojokan dan selalu kudapati ia sering melamun. Aku hanya pegawai sekaligus pelayan. Tak perlu tahu apa yang pengunjung pikirkan, kecuali apa yang mereka pesan.


Sempat aku hiraukan. Lebih baik aku fokus pada pekerjaan paruh waktuku ini. Aku dibayar bukan untuk mengetahui alasan wanita melamun. Yang mana yang kutahu, pasti alasan mengenai cinta yang dibuat mendayu oleh mereka sendiri. Dan mereka akan baik-baik saja setelah waktu dan ingatan itu memudar.

Tapi, setelah berulang kali wanita itu datang, aku mulai penasaran. Kenapa ia sendirian? Kenapa terkadang menangis? Apakah ada masalah? Bolehkah aku bertanya?

Sebenarnya aku tak paham juga apa yang membuatku peduli pada wanita itu. Wanita dengan raut wajah muram dengan pancaran kesedihan di kedua matanya. Aku kira, rasa iba pada beban dan kedalaman perih yang membuat aku penasaran. Setiap aku melihat matanya kuingat hujan. Seperti hujan deras di bulan Januari. Tak ada ruang bagi tanah kering, segalanya menjadi basah.

Hai, wanita yang selalu bersedih. Aku akan menyebutmu itu, jika aku berani menyapamu.

Apa kiranya yang sedang kau pikirkan? Apakah rindu? Pada siapa kau merindu hingga sedalam itu? Kenapa kau tak sampaikan saja padanya? Hingga pikiran dan hatimu menjadi lebih lega.

Atau jangan-jangan luka? Siapa orang yang tega membuatmu terluka? Lalu kenapa kau biarkan dirimu terluka? Kenapa kau tak bagi luka itu? Sehingga kau tak perlu memikulnya sendirian.

Hai, wanita yang jarang tersenyum. Tak adakah segaris senyum dari bibirmu itu? Senyum untuk dunia atau setidaknya untuk pelayan yang selalu menghantarkan pesananmu dengan senyum itu. Pelayan lelaki yang kau buat penasaran dengan tingkahmu selama ini. Lelaki yang selalu menanyakan “Pesan apa lagi, mbak?” dengan tulus. Lelaki yang selalu menata segelas minuman dan sepiring makanan untuk kau santap. Lelaki yang melihat kau menyantap pesanan berhias air mata. Air mata yang mana selalu kau hapus saat aku datang mendekatimu. Seolah kau tak ingin aku tahu bebanmu itu. Iya, lelaki itu adalah aku.

Semakin sering kau mengunjungiku, semakin sering aku tertarik denganmu. Entah tak tahu alasannya. Andaipun aku tahu, aku belum mau memberi tahumu. Kenapa? Karena kau juga belum memberi tahuku kenapa kau selalu bersedih. Eits, ini hanya khayalanku. Mana mungkin kau mau bertanya padaku. Aku ini siapa.

Aku ini siapa?
Aku hanyalah orang yang mulai peduli padamu. Orang yang ingin mengajakmu bicara. Orang yang ingin datang membawakan kebahagiaan. Orang yang juga sudah bosan denganmu. Iya, aku sudah mulai bosan melihat kesedihanmu. Aku bosan melihat basahnya air matamu. Meski pada awalnya air matamu bak riasan bidadari, tapi lama-lama itu hanya menutupi cantiknya wajahmu. Aku ingin air matamu itu kering. Bolehkah aku menyeka air matamu?

Aku dan kau tak saling mengenal. Maka dari itu aku ingin memasuki duniamu. Aku ingin kau bercerita padaku. Aku tak akan membiarkanmu hanya membagi kesedihan agar kau tenang. Aku berjanji akan membagi kebahagiaan. Aku ingin kau bahagia.

Ah, khayalanku mulai tak karuan.



Tulisan ini sebelumnya telah dipublikasikan di IDN TIMES

Rabu, 08 November 2017

Semakin hari semua semakin bertambah. Kebutuhan tiap individu mulai bertambah. Populasi di suatu daerah juga pasti bertambah. Dari situ kebutuhan lahan untuk kegiatan ekonomi juga bertambah. Namun, yang bertambah bukan luas lahan yang tersedia. Melainkan, yang bertambah adalah harga lahan yang –masih- tersedia sekarang.

Dengan terbatasnya lahan dikhawatirkan akan menghambat kegiatan ekonomi. Jika, kegiatan ekonomi terhambat maka akan sangat berbahaya bagi suatu daerah. Maka, dibutuhkan sebuah solusi untuk mengatasinya. Solusi yang harus disetujui dan yang sudah ada ialah beralih ke bangunan vertikal.

Begitu juga tempat untuk kita tinggal. Banyak jenis hunian dengan konsep bangunan vertikal. Salah satunya apartemen.
gambar-rumah.com

Kenapa pilih apartemen dibanding jenis hunian lain? Jelas karena tinggal di apartemen pasti lebih nyaman. Selain itu banyak kelebihan yang tidak ada di jenis hunian lain, seperti:

Keamanan Lebih Terjamin
Semua apartemen harus dan pasti telah dilengkapi dengan CCTV. Sistem keamanan yang sudah satu paket dengan petugas keamanan yang jumlahnya banyak, serta diawasi 24 jam. Para petugas selalu memantau keadaan dan memeriksa pergerakan yang mencurigakan di semua area apartemen. Dengan begitu semua penghuni bisa merasa tenang dan aman setiap saat.

Fasilitas Lengkap
Apartemen biasanya telah menyiapkan fasilitas yang lengkap bagi penghuninya. Misalkan, kolam renang, tempat kebugaran, jalur jogging, hingga tempat bermain anak. Yang mana fasilitas-fasilitas itu belum tentu didapatkan di jenis hunian lain.

Tidak Repot
Kalau jenis hunian lain biasanya di bulan-bulan tertentu akan menghadapi masalah-masalah yang menjengkelkan. Seperti: atap bocor, tembok mengelupas, pintu rusak, dan banyak hal lain. Dan setelah itu akan repot, harus menyiapkan biaya dan tenaga untuk membereskannnya. Nah, untungnya kalau tinggal di apartemen tidak perlu repot dengan masalah seperti itu. Kalau ada masalah tentang hunian tinggal hubungi pihak pengelola. Lalu ditangani pihak pengelola dan beres, deh.

Akses Mudah
Sudah banyak apartemen yang menyuguhkan kualitas premium dengan lokasi yang strategis. Seperti halnya di Jakarta, lokasi apartemen dekat dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga akses transportasi yang mudah. Jadi, intinya mau ke mana, mau apa dan mau ngapain saja jadi mudah kok.

Pemandangan Lebih Keren
Pemandangan memang perlu, ya? Jelas perlu. Coba bayangin kalau tiap pagi buka jendela dan yang diliat hanya tembok. Tembok tetangga yang mengelupas lagi. Belum sore hari setelah pulang kerja. Mau bersantai memandang langit senja, eh yang diliat jemuran tentangga yang belum diambil. Gak enak dong lama-kelamaan.

Berbeda kalau pagi hari yang dilihat sinar mentari yang merayap di jendela gedung-gedung. Sore hari melihat senja yang semakin tua dengan santai. Malam melihat gemerlapnya kota. Pasti beda juga dampaknya nanti. Sering bersyukur salah satunya, itu pasti dan harus.

*

Setelah yakin dan berminat untuk tinggal di apartemen, maka ini waktunya untuk siap-siap sewa apartemen. Tenang sekarang sudah tidak perlu jauh-jauh untuk survey lokasi. Karena, sudah ada Jendela360, yang mana merupakan perusahaan startup yang menawarkan jasa mempermudah sewa apartemen di Jakarta, baik untuk penghuni maupun penyedia apartemen di Jakarta. Jadi, calon penghuni bisa melihat keadaan apartemen dari rumah secara online. Sehingga, hemat tenaga semisal terlalu banyak pilihan untuk di-survey.


Kenapa harus online? Banyak jawaban untuk pertanyaan singkat itu. Dan jawabannya…

Dengan online, calon penghuni bisa mencari apartemen idaman dengan lebih cepat dan mudah. Indikator mutlak yang pasti disepakati ialah fasilitas lengkap, lokasi strategis, dan harga yang sesuai. Sungguh bukan menjadi perkara mudah untuk mencarinya, jika dilakukan secara geriliya mengelilingi semua penyedia apartemen. Nah, di sini Jendela360 menjadi solusinya.

Jendela360 menyediakan informasi yang jelas dan lengkap. Situs yang dikelola dengan baik memudahkan pencarian apartemen secara online. Terlebih foto yang ditampilkan memanfaatkan kecanggihan kamera 360 derajat. Jadi, calon penghuni diajak melakukan virtual tour untuk melihat setiap detail apartemen. Mulai dari kamar, dapur, sampai balkon dapat dilihat secara detail.



Selain itu kemudahan lain yang ditawarkan ialah booking online. Jadi, bukan hanya pencarian apartemen saja yang online, untuk booking juga bisa dilakukan secara online. Hal ini sangat membantu, jika mencari apartemen secara mendadak. Misalnya, dipindah tugas ke Jakarta bulan depan. Kalau tidak punya kerabat di Jakarta pasti akan repot jadinya. Maka dari itu Jendela360 mengantisipasinya dengan cara ini.



Dan satu hal lagi, Jendela360 dapat meringankan proses pembayarannya. Biasanya, sewa apartemen itu harus membayar biaya 1 tahun di awal. Itu sungguh dapat memberatkan calon penghuni. Berbeda dengan jendela360, yang memberikan tawaran bayar per bulan. Dengan menggunakan kartu kredit, calon penghuni dapat membayar per bulan (cicilan 0%). Sehingga, tidak berat ongkos di awal.



Nah, sudah jelas kan betapa mudahnya cari dan booking apartemen dengan jendela360. Begitu juga dengan mudahnya menggunakan jendela360. Tinggal ketik lokasi yang diinginkan. Ubah filternya, untuk menyeleksi pilihan. Seperti halnya tipe apartemen (terkait dengan fasilitas) serta kisaran harganya.

Caranya:
Tinggal pilih saja menu yang ada atau ketik di kolom yang tersedia. Bisa wilayahnya atau nama apartemennya. Mudah dan cepat.


Nih, kalau mau sewa apartemen Jakarta Selatan. Maka, ketik Jakarta Selatan atau klik gambar Jakarta Selatan (paling kiri) pada gambar di atas.


Dan setelah itu akan muncul berbagai pilihan apartemen di Jakarta Selatan. Seperti ini:




















Atau bisa juga cari langsung berdasar nama apartemen. Sama seperti di atas tinggal ketik saja nama apartemen yang dimaksud. Misal mau sewa apartemen Kemang Village tinggal ketik saja. Dan nanti akan langsung ditampilkan seperti gambar di bawah:

Selain foto penampakan apartemen juga ditampilkan peta lokasi apartemen. Jadi, calon penghuni bisa memastikan seberapa dekat dengan tempat kerja atau akses lainnya. Sangat membantu. 

Detail fasilitas dan deskripsi apartemen juga ditampilkan dengan lengkap.

Atau bisa ikuti langkah-langkahnya seperti tutorial video berikut:



Untuk keseluruhan Jendela360 ini sangat membantu. Mulai mempermudah secara teknis dan juga meringankan biaya.  
Biasanya sih, anehnya orang zaman sekarang malah meragukan yang mudah dan gak ribet. Ya, karena memang sudah terbiasa dengan hal yang sulit. Mungkin ada yang menganggap Jendela360 ini tidak kredibel atau meragukan karena masih asing.

Anggapan itu salah dan mudah dipatahkan. Jendela360 sudah bekerja sama dengan media-media besar.


Ini bukti visualnya. Bisa sekalian melihat contoh virtual tour room juga.



Nah, dari semua ulasan barusan. Dapat disimpulkan bahwa lahan semakin terbatas dan bangunan vertikal menjadi alternatif agar kegiatan ekonomi tetap berjalan. Hunian juga dapat beralih ke bangunan vertikal, contohnya Apartemen.

Dengan berkembangnya bisnis properti apartemen, maka sudah dipastikan apartemen akan terus bertambah dan menjadi banyak. Banyaknya pilihan apartemen kemungkinan akan menyulitkan individu yang sedang mencari pilihan apartemennya. Karena, tidak mungkin calon penghuni mendatangi satu per satu penyedia apartemen.

Dari masalah itu muncul solusi untuk mempermudah. Solusi itu ialah Jendela360. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Jendela360 memberikan banyak kemudahan dan keunggulan. Mulai dari informasi, booking, dan pembayaran.

Untuk informasi sendiri memberikan fokus lebih pada detail apartemen. Dengan menggunakan kecanggihan kamera 360 derajat, maka tidak akan terjadi lagi penyesalan akibat berbeda dengan foto yang ditampilkan kebanyakan. Yang mana tidak menampilkan semua sudut apartemen.

Jadi, untuk yang ingin sewa apartemen di Jakarta. Lebih baik gunakan Jendela360, agar lebih mudah dan murah.

Minggu, 29 Oktober 2017

Lelah dengan rutinitas? Bosan hanya berlibur di mal saja? Kalau begitu menikmati pesona alam menjadi jawabannya. 

Tapi bingung mau ke mana? Ya sudah, ke Kabupaten Semarang saja. Banyak pilihan tempatnya dan mudah aksesnya. Yang sudah pernah pasti setuju. Yang belum simak saja dulu.

Danisetiawanku.com
Semarang ialah salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Kebetulan dekat dengan daerah saya, Boyolali. Kabupaten yang berpusat di Ungaran ini memiliki semboyan yang menarik yaitu, Semarang Serasi. Serasi sendiri merupakan akronim dari “Sehat, Rapi, Aman, dan Indah”.

Pesona wisata Kabupaten Semarang didominasi wisata alam. Selain itu juga banyak wisata sejarah, religi, dan keluarga. Dengan beragamnya pilihan wisata, sudah jelas kalau kabupaten Semarang ini wajib masuk tempat tujuan liburan. Baik sendiri atau bersama teman, pasangan, dan keluarga.
Apa yang berbeda dengan daerah lain?

Semua itu punya kesamaan dan perbedaan. Jawabannya pun beragam. Toh, dari sudut pandang serta pengalaman masing-masing bisa memunculkan jawaban yang beragam. Kalau orang kota, mungkin paling tertarik dengan pemandangan dan hawa dinginnya. Namun, kalau saya, yang juga termasuk cah ndeso, hawa dingin itu ya sudah biasa, hehe.

Terus apa woy?

Entah kenapa ingin menjawab dengan semboyan daerah itu sendiri. Iya, serasi. Dalam KBBI, serasi juga berarti harmonis, sesuai, sepadan, dan cocok. Apanya yang serasi?  Banyak hal yang saya rasa semua itu serasi. Mulai dari wisata itu sendiri. Wisata dengan lingkungan sekitar. Bahkan, satu wisata dengan wisata yang lain.

Mungkin bagi yang belum pernah, apalagi belum sempat ngintip kabupaten semarang pasti belum connect dengan apa yang saya maksud. Maka dari itu saya, mencoba sedikit menuliskan gambaran (hah?) menurut versi saya sendiri. Saya akan menulis beberapa wisata dimulai dari yang saya anggap cocok untuk dikunjungi terlebih dahulu.

Saya mengansumsikan, kita sampai Kabupaten Semarang -dari daerah masing-masing tentunya- pada sore hari. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Apa sih yang lebih baik dilakukan? Pastinya, istirahat. Tapi, namanya orang sedang berlibur masak istirahat ala kadarnya. Kenapa tidak mencoba istirahat yang lebih berkesan?

Seperti istirahat menghabiskan sore di kolam air pegunungan. Memandang ke bawah kaki gunung. Melihat warga mengakhiri aktivitasnya dari ketinggian. Pemandangan yang akan membuat manusia merasa berpuas. Dengan kopi hangat dari Kabupaten Semarang yang ditemani singkong goreng yang masih hangat. Sungguh kombinasi yang harus dicoba. Kalau ingin merasakannya datang saja ke Umbul Sidomukti.

Sore hari dihabiskan di tepi kolam air pegunungan merupakan kegiatan yang paripurna. Dan kalau masih ingin puas bermanja. Maka, lanjutkan sampai malam hari. Sewa penginapan di sana. Di dalam maupun di sekitar Umbul Sidomukti tersedia banyak penginapan dengan harga sewa yang bervariasi.
Malam hari di pegunungan itu hal yang eksklusif. Bukan merasa sunyi, melainkan tenang. Malam dengan hawa pegunungan yang menyelimuti. Berkumpul bersama dan saling bercakap. Pasti membuat suasana menjadi nyaman. Dan mungkin akan timbul pertanyaan. “Apakah udaranya sangat dingin? Sehingga percakapan ini terasa hangat”. Bisa saja terjadi, hehe. 

Twitter.com
Kehangatan suasana di daerah yang dingin akan semakin dimanjakan dengan kelap-kelip pedesaan di bawahnya. Lampu rumah para warga menghiasi warna gelap di Umbul Sidomukti. Menghantarkan pada mimpi yang indah.

Meski, sudah terlena dengan sore dan malam di Umbul Sidomukti. Jangan lewatkan sunrise yang mempesona di pagi hari. Jika cuaca cerah akan lebih beruntung. Karena, sunrise akan nampak mengintip perlahan. Sedikit demi sedikit membasuh kehangatan dengan sinarnya. Membuat semangat berpetualang semakin benderang.

gulalives.co
Pagi hari di pegunungan. Pesan sarapan di Bandungan. Agar lidah tak merasa bosan. Kalau bingung cari ke mana, pesan saja menu yang ada di restoran Umbul Sidomukti. Restoran menyajikan menu-menu yang relevan untuk disantap bersama. Tak cuma sajian makanan. Ada menu pelengkap yang dihadirkan yaitu, aneka fasilitas semacam permainan yang disediakan. Tersedia flying fox, camping ground, outbound dll. Semua melengkapi keindahan yang ada. Sungguh serasi kombinasi alam dengan kreativitas pengelola.

Move on dari kolam pegunungan. Coba nikmati keindahan candi di atas pegunungan. Candi hindu yang terletak di Bandungan yaitu, Candi Gedong Songo. Candi ini tak jauh dari Umbul Sidomukti. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tidak mengunjungi candi ini.

https://www.globalpenfriends.com/

Dengan 10 ribu/orang untuk tiket masuk. Pengunjung dapat menikmati suasana yang berbeda. Tak hanya menyuguhkan karya nenek moyang. Candi gedong songo juga menyuguhkan pesona alam yang menarik. Pesona yang bisa dinikmati saat menelusuri setiap candi yang ada.

FYI, seperti namanya, candi ini seharusnya ada sembilan (songo=Sembilan). Tapi, kini tinggal tersisa lima. Untuk melihat semuanya, pengunjung harus menelusuri jalan yang menanjak serta menurun. Karena, lokasi setiap candi berada di tempat yang berbeda. Rasanya seperti mengelilingi bukit.

https://andoyoanny.files.wordpress.com/
Hawa dingin khas pegunungan akan membuat perjalanan menjadi menyenangkan. Andai pun lelah, sesekali pengunjung bisa melihat pemandangan yang indah. Pemandangan yang mana menjadi pembeda dari candi kebanyakan. Saat berfoto candi akan terlihat lebih gagah dan indah dengan pemandangan yang diselimuti awan. Luar biasa. Serasi sekali paduan peninggalan sejarah dengan pesona pegunungan khas daerah.

Selain itu, di objek ini juga terdapat camping ground, rumah kayu, dan mata air (panas). Pengelola juga menyediakan kuda. Bagi pengunjung yang merasa tidak sanggup, namun ingin mencapai candi terakhir dapat menyewa kuda.

Lanjut ke tempat lain yang tak kalah keren. Tapi, sebaiknya makan dulu. Karena, kunjungan di Candi Gedong Songo pasti menguras banyak tenaga dan kalori. Berhubung di kabupaten Semarang. Maka, cobalah kuliner khas daerah. Mungkin bisa mampir saja ke Cimory Bawen untuk menikmati makanan sekalian membeli oleh-oleh. Atau ke Kampoeng Banaran untuk makan dan ngopi bareng. Bisa juga ke Eling Bening sembari menikmati pesona alam yang berbaur dengan tempat fancy. Terserah di mana, yang penting rehat sekejap sambil menikmati santapan bersama.

Selanjutnya ke Rawa Pening. Banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti berfoto, menaiki perahu, berkeliling, bersantai, makan, dan membeli oleh-oleh. Bagi pecinta foto panorama, ini tempat yang tepat untuk memuaskan diri. Hunting foto menjadi hal yang wajib dilakukan. Ekosistem danau yang berusaha dijaga. Bersanding dengan alam yang patut dipuja. 

Pernah dengar sebuah legenda tentang bocah yang mencabut lidi lalu muncul sebuah danau? Nah, ini tempatnya.

panwis.com
Rawa Pening menyuguhkan pemandangan yang mempesona yaitu, dua gunung yang mengawasi kita. Mereka adalah Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Saat kita mendayung perahu, seolah mereka menyemangati. Saat kita berdiri di jembatan, seakan mereka mendekat ikut berfoto. Dua gunung yang gagah itu juga seperti cari perhatian pada Rawa Pening. Terbukti ketika cerah mereka sering bercermin di air Rawa Pening yang dihiasi eceng gondok. Sekali lagi kata ini ingin aku tulis. Iya, benar kata itu adalah ‘Serasi’.

Tripadvisor
Sudahi sampai Rawa Pening. Walaupun, masih banyak pesona lain di Kabupaten Semarang. Tiga objek saja cukup, hehe. Takut ketagihan dan lupa dengan rutinitas. Tapi, masih ada lagi pesona daerah ini yang setidaknya wajib diintip. Tengok juga agenda yang bakal digelar di Kabupaten Semarang. Pantau di sini!

Sekian.



Sabtu, 28 Oktober 2017

Satu post ini akan berisi pengalaman saya di Kabupaten Semarang

Sebelumnya liburan terasa gitu-gitu saja. Hanya di rumah. Bangun-Makan-Mandi (kalau sempet)-Tidur. Diulangi lagi. Tapi, suatu hari berbeda. Satu hari di pertengahan bulan. 

Pagi jam 9 saya diajak ke Cimory Bawen oleh teman saya. Entah, kenapa dia tiba-tiba ingin kesana. Tanpa berdebat saya dan 3 teman saya (baca: kami) berangkat jam 10 dari Boyolali. Perjalanan ke Cimory melewati Salatiga. Lokasi Cimory sendiri terletak di kanan jalan dari arah Solo.

(Tripadvisor.com)

Seperti dugaan saya, tempat ini ramai dikunjungi. Sebab, tempat ini berada di lokasi yang strategis.  Selain itu nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Ditambah jajanan khas Cimory juga bisa jadi bekal sekaligus oleh-oleh.

Bergegas kami menuju loket untuk membeli tiket masuk. Per orangnya 15 ribu, mendapat bonus satu yoghurt Cimory. Awalnya, saya kira Cimory ini hanya peternakan susu saja. Ternyata juga terdapat restoran. Selain itu, ada juga perkebunan, tempat bermain, dan toko oleh-oleh di dalamnya. Lengkap.

Kita bisa melakukan berbagai kegiatan di sini. Ada banyak spot untuk berfoto. Anak kecil juga bisa bermain di beberapa tempat yang disediakan. Jamaah Instagrammers juga dapat spot yang hits. Ditambah kita bisa melihat sayur-sayuran, sapi ternak, dan juga hewan lain. 

(Pribadi)

Cimory Bawen ini cocok sekali untuk kunjungan anak-anak. Kebetulan waktu itu bersamaan dengan kunjungan anak TK. Jadi seperti jagain adik-adik bermain, hehe. Maka, Cimory Bawen ini bisa menjadi list kunjungan berikutnya kalau ke Jawa Tengah, khususnya sekitar Semarang. Cimory ini termasuk objek wisata keluarga. Yang mana dapat juga untuk sarana edukasi dan mengenalkan alam. 

Selesai berkeliling, saya menyempatkan ke chocomory -toko oleh-oleh tadi-. Di situ terdapat banyak pilihan olahan cokelat dengan berbagai rasa dan jenis. Harga mulai dari 5 ribu, kita bisa mendapat kualitas cokelat yang bagus. Karena, saya bingung mau minta yang mana eh beli yang mana. Akhirnya saya pilih yang paketan. Kira-kira 7 cokelat boleh saya tukar dengan uang 100 ribu.

(Pribadi)

Selesai dengan jajanan. Kami ingin lanjut berkunjung. Karena, tidak ada rencana sebelumnya. Kami pun kebingungan sendiri.Tapi, setelah melihat maps, kami pun sepakat ke Candi Gedong Songo yang terletak di Bandungan. Lokasinya pun tak terlalu jauh dari Cimory. 

Candi Gedong Songo ini termasuk peninggalan hindu. Dengan jumlah seharusnya sembilan seperti namanya 'songo' yang berarti sembilan. Tapi, sayang sekali sekarang tinggal tersisa lima. Meski begitu bukan berarti letak candinya dalam satu lokasi yang berdekatan. Setiap candi memiliki letak yang berbeda. Antar candi tidak terlalu jauh namun, terpisah oleh jalur yang menanjak.

Karena itu, candi ini menjadi unik. Dengan jarak yang berjauhan berarti pengunjung diajak untuk menjelajah agar dapat melihat semua candi. Menurut pribadi, justru ini yang menjadi daya tariknya. Sebab, sepanjang perjalanan menuju candi selanjutnya. Pengunjung dijamu oleh pemandangan yang mempesona. Ditambah hawa sejuk khas pegunungan yang menyelimuti perjalanannya.

Capek, dong?

Iya, sih. Tapi kan tidak se-capek yang buat candi ini dulu, hehe. Kalaupun benar-benar tidak kuat berjalan jauh. Kita bisa menyewa kuda untuk meringankan perjalanan. Tarifnya tergantung jarak yang ditempuh, hari berkunjung, dan -ehmm agak sensitif- berat badan. Karena, waktu itu merasa kuat saya tidak menyewanya, hehe.

(Pribadi)

Saya pribadi sudah ke sini dua kali. Kunjungan pertama itu saat SD. Seingat saya, ada juga pemandian air panas belerang. Karena, harus bayar lagi dan saya waktu itu tidak ingin mandi. Jadi, saya tidak mencobanya. Waktu itu saya lebih fokus berlarian atau bisa dibilang berlomba dengan teman lain. Iya, lomba ala bocah zaman kemarin, lari sambil teriak. Dengan berlari saya merasakan sensasi tersendiri seperti: hawa dingin tidak terasa, cepat sampai, dan lelah.Walaupun tidak terlalu fokus, saya masih merasakan pesona alam Kabupaten Semarang yang membaur.

Oiya, Candi Gedong Songo ini juga tersedia lahan untuk camping ground. Ada juga satu lokasi seperti rumah kayu di antara candi pertama dan kedua. Saya rasa Candi Gedong Songo bisa dinikmati dengan bersepeda gunung juga. Mungkin bisa dicoba, hehe.

Itu sekilas kunjungan pertama. Untuk kunjungan kedua saya, ternyata tidak bisa sampai akhir. Saya dan teman berhenti di lokasi rumah kayu itu. Karena, kebetulan hujan. Saran, sebaiknya datang ke sini pagi. Kalau siang katanya sering turun hujan walaupun, memang hanya gerimis. Mungkin karena di pegunungan tapi, entah kurang paham saya. Meski tidak lanjut naik, kami masih bisa menikmati pesona Candi Gedong Songo ini. Dengan bermain di daerah rumah kayu. Oiya, untuk masuk ke lokasi ini diharuskan membayar 5 ribu/orang. Ini juga bisa alternatif bagi yang tidak sanggup berjalan jauh, hehe.

(pribadi)

Setelah itu kami turun, untuk menentukan perjalanan selanjutnya atau pulang. Karena, dari awal perjalanan ini agak dadakan jadi, bingung. Dan kebetulan juga waktu itu sudah menjelang sore dan sedikit mendung. Kami pun memilih pulang. Dalam perjalanan pulang saya sibuk melihat daerah sekitar. Saya banyak melihat perkebunan, salah satunya kebun bunga. Terlihat indah dan menyejukan. Tak hanya bunga, ada juga kebun buah. Melewati pasar pun menjumpai banyak buah yang dijual. Sepertinya perkebunan menjadi salah satu potensi di daerah ini. 

Dengan hawa yang sejuk begini pesona alam bisa dinikmati sambil mencicipi buah sepertinya, hehe. Mungkin dengan ngopi juga makin mantap. Saat pulang saya melihat penunjuk jalan ‘Umbul Sidomukti’. Terbayang serunya berenang dengan hawa pegunungan.Melewati Ambarawa saya juga sempat menengok Rawa Pening. Sekarang Rawa Pening semakin menarik. Setelah eceng gondoknya dikurangi. Danaunya terlihat lebih indah dan terawat. Kebetulan saya lewat di sore hari setelah hujan. Kesan syahdu rawa pening kian terasa. Tapi, sayangnya hanya sekejap. Soalnya, saya naik motor dan tak mungkin saya berhenti, hehe.

Dari kunjungan dan pengamatan. Saya merasa Kabupaten Semarang mempunyai pesona alam yang luar biasa. Semua serasi dengan alam. Peternakan Cimory dan pemandangan nuansa kebun. Candi dengan pemandangan ala pegunungan. Rawa pening dengan kombinasi air danau, ekosistem air, dan background gunungnya. Semua indah dan serasi. Satu yang saya sukai. Selalu ada nilai tambah atau bonus di setiap objeknya.

Sudahkah ke Kabupaten Semarang? Saya sudah. Kamu?




Senin, 16 Oktober 2017

Beberapa waktu yang lalu, ada teman yang tiba-tiba mengajak main. “Ada acara nggak? Ayo sebelum Minggu main bisa, nggak?” Saya pun menjawab, “siap, keliatannya bisa”. Sengaja saya tambahkan kata “keliatannya”, ya biar terkesan punya acara walaupun gak ada sama sekali. Dan perlu diketahui pesan itu saya terima setelah jumatan. Jadi sudah jelas kalau yang dimaksud hari Sabtu besoknya.

Jarang-jarang sih teman bisa setegas ini. Karena kebanyakan bakal bingung bahkan sungkan untuk sekedar mengajak. Yap, saya hendaki. Saya turuti juga permintaannya untuk langsung ke Jogja sore itu. Gercep sekali ya? Hal ini terjadi hanya untuk acara bersenang-senang, hehe.

Oiya, saya dari Boyolali menuju Jogja bersama teman saya. Sampai Jogja pukul 19.00 langsung mampir ke masjid UGM. Di jogja menunggu kabar dari teman lain yang kebetulan cewek. Akhirnya, 4 orang berkumpul, satu lagi itu temannya si cewek itu.

Kita berunding mau ngapain aja, mau kemana dan kapan.Celetukan pertama yang terdengar adalah liat sunrise. Setelah browsing, ketemulah bukit panguk kediwung. Itu objek lumayan baru di daerah Bantul. Sepakat dengan bukit panguk kediwung, kita masih berdebat dengan waktu. Tapi namanya mau liat sunrise yang jelas pagi sudah harus sampai lokasi.

Malamnya kita nginep ber-empat di warnet café. Iya warnet, hehe. Dikarenakan yang nge-kost Jogja cuma 1 orang dan itupun cewek. Jadi, gak mungkin rame-rame nginep kost cewek, walaupun pingin juga.

Pagi buta kita mulai perjalanannya dari kota Jogja. Tidak terlalu jauh, sih. Hanya jalan lebih menanjak dan berlubang. Ditambah pula minimnya cahaya membuat tangan semakin akrab dengan rem. Dan dinginnya pagi hari bikin hati ini rindu akan pelukan.

Sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja, ya masih jam 5 an lah. Kita masuk lokasi bayar HTM 3ribu/orang dan parkir motor 2ribu.


Terus apa yang bisa dinikmati di Bukit panguk kediwung?


Ya, yang utama itu hamparan hijau yang mempesona, kabut pagi yang membentang halus, dan sinar mentari yang mengintip malu. Lihat pemandangan kayak gini ditambah dengerin musik yang slow pasti tambah asik nih. Yang lagi favorit lagu dari Senar Senja-MenuaBerdua. Jangan akad pliss, bosen hehe. 


Kebetulan juga di sana disediakan gardu pandang dengan beberapa lokasi dan bentuk yang beragam. Akan lebih baik sih kalau ke sini pakai baju yang warna cerah, agar pas foto bisa lebih bagus. Untung kita sampai di sini lebih awal, jadi gak harus ngantre buat naik gardu-gardunya. Jadi, kalau emang mau lihat sunrise, mending datang lebih awal deh. Soalnya, walaupun masih baru sudah banyak yang mengunjungi kebanyakan anak-anak selfie holic gitu. Pasti lama. Mungkin ini saran aja sih, kalau datang ke sini  mending selain weekend. Biar bisa bener-bener nikmati pemandangannya.



Dan ini sunrise ala bukit panguk kediwung nya, hehe


Indah kan? Buruan buktikan aja deh.

Lokasinya masih satu kawasan dengan bukit buah mangunan dan hutan pinus imogiri -yang jauh lebih hits. Nah, Bukit Panguk Kediwung lebih masuk lagi melewati jalan yang sedikit sempit, yang masih belum rata. Tapi, gak terlalu susah, mobil pun bisa masuk.

Lebih jelasnya cek maps aja.


Untuk informasi lain, bisa juga dicari di Tripadvisor. Sudah banyak juga yang review kok. So, buruan jajal keindahannya. 

Kamis, 21 September 2017

Selesai mengoreksi tugas mahasiswanya, pak dosen yang sekaligus bapak kost itu mendadak ingin keluar menghirup udara malam. Sesampainya di teras ia kaget melihat satu anak kost yang sedang merokok dengan wajah sedang berpikir keras. Di sampingnya terdapat asbak penuh tegesan beserta botol minuman.

“Nak, sedang mikir apa?”

Anak kost itu terkaget dengan pertanyaan bapak kost. Sembari batuk anak tersebut mengambil botol dan meminum isinya. “Anu, pak. Bukan masalah yang penting.”

“Masalah perkuliahan kah?”

“Enggak kok, pak”

“Lalu apa?”

Anak kost itu diam, lalu bersuara. “Begini pak. Orang yang membuat indomie goreng itu sudah pasti masuk surga enggak ya, pak?”

Bapak kost tersenyum lembut. “Memangnya kenapa?”

“Kita bayangkan pak. Dengan harga semurah itu, indomie goreng memberi kenikmatan yang luarbiasa. Para pekerja yang stress kerjaan bisa mengisi perut mereka. Anak-anak kost yang tabungannya menipis, bisa bergembira dengan murah: makan indomie goreng. Dengan harga yang murah bisa membuat perut kenyang dan hati gembira. Kadang kalau lapar, menghirup aromanya juga sudah bikin bahagia. Bukan kah itu mulia?”

Bapak kost mengerutkan dahi, lalu duduk di kursi menghadap anak kostnya.

Anak kost itu mengepulkan asap rokoknya ke atas dan melanjutkan satu pertanyaan. “Apakah nanti para pembuat kebahagiaan kecil semacam itu, sudah pasti masuk surga, pak?

“Wah, pertanyaanmu terlalu berat, nak.” Dia menjawab sambil melirik merk botol minuman di depannya.

“uhuk!”

Setelah selesai dengan batuk beratnya anak kost itu meminta maaf. “Maaf, pak. Seperti yang saya tadi bilang, yang saya pikirkan bukan hal yang penting. Saya kayaknya ngelantur...”

“Tidak baik berpikir ngelantur gitu. Gunakanlah waktumu untuk aktivitas yang bermanfaat…”

“Iya,pak kalau gitu saya balik ke kamar dulu…” Anak kost itu mematikan rokoknya lalu menunduk di depan bapak kostnya. Tapi bapak kostnya segera bertanya, “Lhoh, kamu mau ngapain nak?”

“Menggunakan waktu sebaiknya, agar bermanfaat, pak”

“Iya mau ngapa malam-malam begini?”

“Mmm… Mungkin nyicil bikin presentasi….”

“Gak usah sekarang. Besok kan libur…”

Anak kost itu agak bingung.

“Masih punya stok indomie goreng?”

Ditanya seperti itu, anak kost itu grogi. “Mmm… barusan beli, pak”

“Kalau kamu mau, bolehlah bikinkan aku indomie goreng. Sekalian kita makan bareng.”

Wajah anak kost yang merah itu tampak sumringah. “Siap pak. Akan saya buatkan.”

Si anak kost itu buru-buru ke dalam.

“Eh, tunggu nak…”

“Iya, pak. Gimana?”

“Punya telor?”

“Punya,pak! Akan saya masak dengan telor!”

“Kasih irisan cabe, ya. Sama wortel sekalian…”

“Baik, pak”

“Kalau ada, saya dobel ya indomienya…”

“Siap, laksanakeun!”

“Eh, sama nanti aku minta rokokmu ya! Soalnya belum beli tadi.”

“Oke, pak” Segera anak kost itu ke dapur kost dengan hati yang gembira.


Pak dosen mengusap bibirnya sambil menenggak minuman anak kostnya. “Woo, lha ciu…” Pak dosen mengusap hidungya lalu tertawa lepas.



*SELESAI*

Apa yang bisa dikomentari dari cerita barusan? :D
Jangan jawab di hati :) Jawab di kolom komentar di bawah, hehehe.


Sumber gambar :
https://orig00.deviantart.net/

Jumat, 01 September 2017


Tebing Breksi adalah salah satu objek wisata yang baru di Jogja. Seperti namanya, objek ini memang berbentuk tebing, lebih tepatnya tebing batu kapur. Dulu tempat ini menjadi sumber mata pencarian warga sekitar. Warga sekitar melangsungkan aktivitas penambangan material di sekitar sini. 

Namun aktivitas itu dihentikan, setelah ada kajian yang menyatakan bahwa kapur di tebing breksi merupakan endapan abu vulkanik dari gunung api purba Nglanggeran, Gunung Kidul. Jadi kawasan ini merupakan cagar budaya dan harus dilestarikan. Nah, karena itu muncul ide untuk memanfaatkan bekas tambang tersebut menjadi objek wisata dan jadilah Tebing Breksi ini.

Lokasi : 

Tebing Breksi sendiri berada di kawasan Candi Ratu Boko dan Candi Ijo. Untuk menempuhnya bisa melewati jalur ke Candi Ijo, karena lokasinya berada di bawah dari Candi Ijo. Jalan yang dilalui bisa dibilang cukup menanjak. Tapi tenang, hampir semua kendaraan bisa menjangkau lokasi tersebut. Tebing Breksi ini memiliki tempat parkir yang sangat luas, bisa menampung banyak mobil maupun bus. Hanya dengan 2 ribu untuk parkir dan biaya sukarela kita dapat menikmati keindahan tebing bekas tambang ini. 

Pemandangan Tebing Breksi :


(Tebing Breksi : Di atas tebing)

(Tebing Breksi : Di bagian bawah)


(Tebing Breksi : Tebing Kecil )

(Tebing Breksi : Sore hari )

(Tebing Breksi : dari tempat parkir)

Saran :

Sebaiknya datang ke sini pada sore hari jam 3 an, dikarenakan sudah tidak terlalu panas. Atau mungkin malah pagi hari sebelum jam 10 an. Sekarang kawasan ini sudah cukup terekspos, jadi jangan kaget kalau ramai apalagi harus antre untuk naik atau sekedar berfoto di spot-spot tertentu.

Pakai alas kaki yang nyaman, yang cewek jangan pake heels ya (yakalik pake heels di bukit). Pakai baju yang ga menggangu, angin nya biasanya kenceng-kenceng. Yang cewek, boleh kok pakai baju yang seksi :) tapi denger-denger lebih menarik yang syar'i, hahaha.

Lebih asik kalau sambil dengerin lagunya fourtytwnty (zona nyaman, aku tenang, dll), Senar Senja (Savana, bersenja gurau, dll), Float (pulang), Payung Teduh, Banda Neira, atau apa aja sesuai selera.

Kalau mau cari sunset, tempat ini kayaknya cocok banget nich. Lumayan tinggi dan lapang, ada juga tempat-tempat khusus untuk melihat sunset. Pernah denger, kalau tebing breksi ini juga lebih indah kalau ada sorot lampunya, pada malam hari. Jadi diatur aja waktu ke sini nya. Diatur juga bareng sama siapanya.

Hehehe.

Senin, 21 Agustus 2017



Dirgahayu Indonesia. 72 tahun Indonesia telah merdeka. Dampaknya sekarang sudah amat terasa. Ke rumah sakit, kita bisa bangga karena sudah banyak dokter-dokter Indonesia yang hebat dan rupawan. Berobat sudah tenang karena ada BPJS, yang entah sudah halal atau belum. Meski iuran bulanan seperti penjajahan, tapi tetapa Indonesia sudah merdeka.

Kini kampus-kampus pun dipenuhi anak bangsa yang menjadi dosen, doktor, dan professor. Selalu ada ribuan mahasiswa dari berbagai kalangan yang bisa melakukan formasi-formasi saat ospek. Banyak juga penerima beasiswa yang terselamatkan dari bajingannya biaya kuliah. Semua itu karena Indonesia merdeka.

Kalau kita ke kantor mana pun -swasta atau negeri punya- yang melayani kebanyakan anak bangsa. Yang mengurusi haji dan umrah itu orang Indonesia bukan Arab, contoh First Travel. Media pun diurusi orang Indonesia, meskipun bukan untuk kepentingan mendidik Indonesia. Lihat TV kita, banyak anak bangsa yang menguasai, seperti Uya kuya, Komo, dan si Boy. Mereka dapat eksis dan menginspirasi karena Indonesia merdeka.

Karena Indonesia merdekalah, kita mengenal begitu kerennya blog, instan-nya instastory, anehnya komentar di line today, dan juga beraneka ragamnya channel youtube. Mulai raditya dika sampai banyaknya re-uploader. Younglex pun bisa sehebat sekarang karena Indonesia merdeka. Kita bisa tahu prestasinya awkarin juga karena Indonesia merdeka.

Karena Indonesia merdeka, di Line semua orang menjadi merasa bijak. Di facebook semua orang menjadi merasa baik. Di Instagram semua orang menjadi merasa penting. Di twitter semua orang menjadi pinter.

Jangan berharap semua itu bisa kita nikmati jika Indonesia ini tidak merdeka. Atas rahmat tuhan yang maha esa negara “kaya” ini dijadikan merdeka. Dan karena Indonesia telah merdeka, negara ini bisa membuka peluang luas untuk mewujudkan cita-cita penerusnya. Cita-cita yang sangat tinggi dan bervariasi. Ada yang ingin jadi dokter, manajer, dan juga youtuber.

Generasi jauh sebelum kita belum tentu bisa membayangkan ini semua. Karena mereka hidup ketika Indonesia belum merdeka. Banyak dari mereka yang mutlak tidak mengenyam pendidikan.  Tidak butuh lembaga survey untuk mencari tahu jumlah orang yang bisa bersekolah tinggi. Sebab hanya priyayi atau orang berada saja yang bisa.

Kalau sekarang? Anak-anak Indonesia tidak hanya bisa lulus, namun bisa lanjut ke luar negeri dan tak perlu mengabdi lagi. Atau mungkin membantu negara dengan uang licin dengan harapan dapat mengabdi. Ya, karena Indonesia merdeka.

Tapi karena Indonesia merdeka generasi ini tidak perlu berjuang melawan asing lagi. Asing telah menjadi tidak asing lagi. Yang asing itu bangsanya sendiri.

Sekarang Indonesia tidak lagi dipimpin bangsa lain. Pejabat-pejabat bukan lagi dari belanda yang korup. Kita pun bisa sendiri. Uang korupsi tidak lagi masuk kantong belanda. Bangsa ini pun juga bisa korupsi dengan merdeka pula. Hebat. Menyamai belanda itu sebuah prestasi.

Karena Indonesia Merdeka, kita bisa beraspirasi dengan cara demonstrasi
Karena Indonesia Merdeka, kita meributkan berbagai kasus dari Jesica, Basuki sampai Buni Yani.
Karena Indonesia Merdeka, kita bisa menyesalkan berhentinya mbak Najwa.
Karena Indonesia Merdeka, kita bisa mengapresiasi kreativitas penyelenggara SEA Games dengan #ShameOnYouMalaysia 

Dan sepertinya masih banyak lagi hal yang ada karena Indonesia merdeka.

Karena Indonesia merdeka….

(bisa dilanjut sendiri hehehe)



Tulisan asal yang nakal ini terinspirasi dari tulisan Moh Mahfud MD.

Kamis, 06 Juli 2017

Pingin ngomongin tentang lebaran kemarin. Bukan tentang makanan atau barang-barang baru sih, tapi tentang kumpul. Lebaran memang seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk kumpul bersama.


Ngomongin kumpul. Lebaran tahun ini buatku seperti biasa aja. Di rumah bangun-makan-tidur itu sudah lebih dari cukup. Mau keliling ke tetangga, lagi gak terlalu tertarik juga. H+4 baru bisa merasakan lebaran. Karena, setelah itu aku lebih sering ketemu teman-teman yang beraneka bentuknya. Dengan kedok ke tempat guru kita semua main-main seperti dulu. Rasanya masih asik aja meski dah lama gak ketemu.

Bahas kuliah kek, bahas cewek kek, hingga balik ke masa lalu dengan hinaan masing-masing. Di sela pembahasan, selalu tersiar ghibah-an. Jelas yang jadi bahan teman yang gak ada kabar, hahaha. Salah satu bahasannya tentang orang yang terjebak oleh cinta. Weh, agak berat ini bahasannya.

Di setiap gerombolan biasanya belum tentu semuanya sama, pasti ada pembedanya. Dan digerombolan yang ini memiliki beberapa track record dalam kasus percintaan. Ada yang udah pacaran lebih dulu dari yang lain, ada yang sering ganti, ada yang dapetin incaran bersama, ada yang sering kena masalah, dan yang terakhir ada yang baru mulai. Nah yang baru mulai itu, mulai saat semuanya telah tobat, karena kandas.

Pada kumpul itu, satu orang yang terakhir itu tidak menampakan wujud aslinya. Jadi otomatis pembicaraan mengarah padanya, diawali dengan penasaran dan berujung omongan, hahaha. Dari obrolan waktu itu aku menyimpulkan kalau cinta itu juga dapat membuat seseorang berubah. Bahkan, bisa berubah drastis hingga membuat orang lain gagal ginjal, eh gagal paham. Banyak kekonyolan yang menggelikan dilakukannya, dan itu membuat dia lupa takaran kewarasannya. Seperti kata Raditya Dika, IQ seseorang akan turun 10 poin saat jatuh cinta.



Orang yang jatuh cinta tidak sadar kalau IQ nya turun, tapi orang di sekitarnya lah yang merasakan betapa anehnya. Aneh dalam artian yang lain yak. Pada titik ini, muda-mudi ganteng dan cantik rela berubah jadi lebay. Pemuda-pemudi paling rasional berubah menjadi gila. Dan pria gagah pun menangis tersendu.

Bukan hanya itu. Orang yang terjerat cinta bisa juga lupa akan lingkungannya sendiri. Bahkan, cenderung menghindari. Seakan hidup ini hanya tentang pasangannya. Tidak ada kata teman lagi sepertinya. Entah kenapa, hanya karena fase awal dalam menjalin hubungan itu beberap orang kehilangan temannya dulu dan sedikit orang merasakan bahagianya. Selama mereka bahagia –walau sesaat- berdua, mereka tak akan terpengaruh ucapan dunia. Itulah kenapa, terkadang orang yang terbuai cinta berlebihan, sering menjauhi/dijauhi teman-temannya. Karena, mendadak mereka menjadi batu pada temannya dan menjadi lembek kepada pasangannya. Mutlak harus pasangannya.


Belum lagi kalau pasangannya posesif. Pasti pernah merasa kalau teman atau diri sendiri ini tulus terhadap pasangan. Mulai nganterin, beliin ini itu, sampai menuruti perintah dan menjauhi larangan pasangannya. Pada awalnya sih bisa terlihat menakjubkan. Tapi, lama-kelamaan kalau kita sadar, kita akan melihat menjijikan dan merasa iba. Itu ketulusan atau kebodohan, ya?

Ternyata banyak orang gak sadar kalau pasangannya itu menjadi posesif. Belum lagi soal cemburu, apa aja bisa jadi alasan. Karena semua harus tentang dia. Apa aja harus seperti yang dia mau. Tidak ada lagi kebebasan di hubunganmu. Seseorang bisa dengan mudah dikontrol olehnya, tapi orang itu gak bisa mengontrol dirinya sendiri. Pastinya punya pacar posesif itu gak enak.
---
Kadang aku bayangin betapa mirisnya orang yang punya pasangan posesif. Gak bakal tenang sampai di surga kayaknya. Semua orang mencari jalan ke surga untuk mendapatkan kebahagiaan abadi. Tapi ada beberapa orang yang gak bisa menikmatinya di surga. Orang-orang ini adalah cowok-cowok (orang) yang punya pasangan posesif. Pasangan posesif biasanya cemburuan. Nah, ini satu sifat yang membuat orang gak bisa menikmati di surga.

Sekarang bayangin. Kita cowok, masuk surga, dikasih bidadari. Jangankan nyolek, baru ngelirik aja ceweknya bakal datang nyamperin.

“Hayo, ngapain kamu ngapain?”
“Lho beb, ini kan surga”
“Oh, jadi sama aku neraka gitu? Gitu???”

Bakal kesiksa banget para cowok, karena gak bisa menikmati surga seperti cerita guru SD dulu. Tapi ya emang gitu sih rasanya punya pasangan yang posesif. Jangan kan di surga, sebelum masuk surga pun bakal gak enak juga.

Sebelum menuju surga, kita kan pasti ditimbang dulu, amal kebaikan dan keburukan. Gak enak kalau punya pasangan posesif.

Malaikat bilang. “Saudara Upin, tanggal 15 Mei 2015 kamu membuat bahagia seorang wanita bernama Ros”

Dari belakang ceweknya datang. “Siapa itu Ros? Siapa itu, siapa???”
“Itu mama aku beb”
“Oh sorry, sorry ya. Okedeh aku gak bakal nguping lagi kok”

Malaikat melanjutkan. “Lalu pada tanggal 16 Juni 2016 kamu membuat seorang wanita bahagia, namanya vita. Walaupun kamu melakukannya dengan terpaksa, tidak ikhlas, dan berbohong saat kamu bilang kalau dia kurus”

Ceweknya datang lagi dengan berontak. “Tuh kan kamu bohong. Aku gendut kan? Gendut??? Kamu tukang bohong!!!”
“Enggak beb, aku itu cuma bilang kalau kamu itu kayak bunga”
“Kayak bunga ya? Bunga? Mekar berarti, mekar???” Terus dia ngancem. “Awas aja ya di surga!”

Gila kan, bakal repot hidup dan mati kita. Menurutku sih, daripada punya pasangan posesif mending mati dengan jomblo. Gapapa, gak ada salahnya. Ada orang yang ingin mati bareng anak atau pasangan, dan ada juga yang ingin mati dengan jomblo. Setidaknya sudah move on.

Move on itu harus. Karena, semisal kamu mati jomblo dan belum move on hal yang terjadi adalah, ketika kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita di dunia, contoh ditusuk.

“A..aa.aa” ketika kamu ditusuk, lalu ada yang lewat di atas mu.
Dan kamu bilang. “Eh mantanku tuh. Wah, masuk surga. Ketemu gebetannya?”

Seketika kamu menangis dipojokan menghiraukan malaikat.

Bidadari-nya tadi hehe :D


Kesimpulannya apa ya? Gak ada sih dariku. Terserah pembaca aja mau menyimpulkan gimana. Semoga aja sih, orang zaman sekarang bisa lebih bijak menghadapinya. Boleh lah cinta pada orang lain tapi ya tahu sendiri takaran yang tepat. Apalagi, masih kecil belum resmi juga. Lebay ah.

Kalau sudah resmi ya boleh aja. Malah orang di sekitar yang harusnya lebih bijak. Jadi santai aja, kalau kelak pertemanannya kalah dengan suami atau istrinya. Kan ada waktunya.
Balik lagi buat remaja yang baru akil baligh. Masak iya, masih muda terus-terusan berduaan. Kalau pas resmi bosen gimana? Mau datang ke teman yang dulu, eh mereka lagi serius menjalin hubungan.


Cerita ini hanya fiktif belaka :P

Sumber gambar :
https://neweconomy.net
http://bungkusdah.com/wp-content/uploads/2016/01/Raditya-Dika.jpg
http://plywoodpeople.com/wp-content/uploads/2012/03/blog-gathering.jpg
Net.tv