.Pemalas Rajin

Pemalas yang coba rajin menuangkan pandangan, perasaan, dan pengalaman.

Event

Monday, October 16, 2017

Beberapa waktu yang lalu, ada teman yang tiba-tiba mengajak main. “Ada acara nggak? Ayo sebelum Minggu main bisa, nggak?” Saya pun menjawab, “siap, keliatannya bisa”. Sengaja saya tambahkan kata “keliatannya”, ya biar terkesan punya acara walaupun gak ada sama sekali. Dan perlu diketahui pesan itu saya terima setelah jumatan. Jadi sudah jelas kalau yang dimaksud hari Sabtu besoknya.

Jarang-jarang sih teman bisa setegas ini. Karena kebanyakan bakal bingung bahkan sungkan untuk sekedar mengajak. Yap, saya hendaki. Saya turuti juga permintaannya untuk langsung ke Jogja sore itu. Gercep sekali ya? Hal ini terjadi hanya untuk acara bersenang-senang, hehe.

Oiya, saya dari Boyolali menuju Jogja bersama teman saya. Sampai Jogja pukul 19.00 langsung mampir ke masjid UGM. Di jogja menunggu kabar dari teman lain yang kebetulan cewek. Akhirnya, 4 orang berkumpul, satu lagi itu temannya si cewek itu.

Kita berunding mau ngapain aja, mau kemana dan kapan.Celetukan pertama yang terdengar adalah liat sunrise. Setelah browsing, ketemulah bukit panguk kediwung. Itu objek lumayan baru di daerah Bantul. Sepakat dengan bukit panguk kediwung, kita masih berdebat dengan waktu. Tapi namanya mau liat sunrise yang jelas pagi sudah harus sampai lokasi.

Malamnya kita nginep ber-empat di warnet café. Iya warnet, hehe. Dikarenakan yang nge-kost Jogja cuma 1 orang dan itupun cewek. Jadi, gak mungkin rame-rame nginep kost cewek, walaupun pingin juga.

Pagi buta kita mulai perjalanannya dari kota Jogja. Tidak terlalu jauh, sih. Hanya jalan lebih menanjak dan berlubang. Ditambah pula minimnya cahaya membuat tangan semakin akrab dengan rem. Dan dinginnya pagi hari bikin hati ini rindu akan pelukan.

Sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja, ya masih jam 5 an lah. Kita masuk lokasi bayar HTM 3ribu/orang dan parkir motor 2ribu.


Terus apa yang bisa dinikmati di Bukit panguk kediwung?


Ya, yang utama itu hamparan hijau yang mempesona, kabut pagi yang membentang halus, dan sinar mentari yang mengintip malu. Lihat pemandangan kayak gini ditambah dengerin musik yang slow pasti tambah asik nih. Yang lagi favorit lagu dari Senar Senja-MenuaBerdua. Jangan akad pliss, bosen hehe. 


Kebetulan juga di sana disediakan gardu pandang dengan beberapa lokasi dan bentuk yang beragam. Akan lebih baik sih kalau ke sini pakai baju yang warna cerah, agar pas foto bisa lebih bagus. Untung kita sampai di sini lebih awal, jadi gak harus ngantre buat naik gardu-gardunya. Jadi, kalau emang mau lihat sunrise, mending datang lebih awal deh. Soalnya, walaupun masih baru sudah banyak yang mengunjungi kebanyakan anak-anak selfie holic gitu. Pasti lama. Mungkin ini saran aja sih, kalau datang ke sini  mending selain weekend. Biar bisa bener-bener nikmati pemandangannya.



Dan ini sunrise ala bukit panguk kediwung nya, hehe


Indah kan? Buruan buktikan aja deh.

Lokasinya masih satu kawasan dengan bukit buah mangunan dan hutan pinus imogiri -yang jauh lebih hits. Nah, Bukit Panguk Kediwung lebih masuk lagi melewati jalan yang sedikit sempit, yang masih belum rata. Tapi, gak terlalu susah, mobil pun bisa masuk.

Lebih jelasnya cek maps aja.


Untuk informasi lain, bisa juga dicari di Tripadvisor. Sudah banyak juga yang review kok. So, buruan jajal keindahannya. 

Thursday, September 21, 2017

Selesai mengoreksi tugas mahasiswanya, pak dosen yang sekaligus bapak kost itu mendadak ingin keluar menghirup udara malam. Sesampainya di teras ia kaget melihat satu anak kost yang sedang merokok dengan wajah sedang berpikir keras. Di sampingnya terdapat asbak penuh tegesan beserta botol minuman.

“Nak, sedang mikir apa?”

Anak kost itu terkaget dengan pertanyaan bapak kost. Sembari batuk anak tersebut mengambil botol dan meminum isinya. “Anu, pak. Bukan masalah yang penting.”

“Masalah perkuliahan kah?”

“Enggak kok, pak”

“Lalu apa?”

Anak kost itu diam, lalu bersuara. “Begini pak. Orang yang membuat indomie goreng itu sudah pasti masuk surga enggak ya, pak?”

Bapak kost tersenyum lembut. “Memangnya kenapa?”

“Kita bayangkan pak. Dengan harga semurah itu, indomie goreng memberi kenikmatan yang luarbiasa. Para pekerja yang stress kerjaan bisa mengisi perut mereka. Anak-anak kost yang tabungannya menipis, bisa bergembira dengan murah: makan indomie goreng. Dengan harga yang murah bisa membuat perut kenyang dan hati gembira. Kadang kalau lapar, menghirup aromanya juga sudah bikin bahagia. Bukan kah itu mulia?”

Bapak kost mengerutkan dahi, lalu duduk di kursi menghadap anak kostnya.

Anak kost itu mengepulkan asap rokoknya ke atas dan melanjutkan satu pertanyaan. “Apakah nanti para pembuat kebahagiaan kecil semacam itu, sudah pasti masuk surga, pak?

“Wah, pertanyaanmu terlalu berat, nak.” Dia menjawab sambil melirik merk botol minuman di depannya.

“uhuk!”

Setelah selesai dengan batuk beratnya anak kost itu meminta maaf. “Maaf, pak. Seperti yang saya tadi bilang, yang saya pikirkan bukan hal yang penting. Saya kayaknya ngelantur...”

“Tidak baik berpikir ngelantur gitu. Gunakanlah waktumu untuk aktivitas yang bermanfaat…”

“Iya,pak kalau gitu saya balik ke kamar dulu…” Anak kost itu mematikan rokoknya lalu menunduk di depan bapak kostnya. Tapi bapak kostnya segera bertanya, “Lhoh, kamu mau ngapain nak?”

“Menggunakan waktu sebaiknya, agar bermanfaat, pak”

“Iya mau ngapa malam-malam begini?”

“Mmm… Mungkin nyicil bikin presentasi….”

“Gak usah sekarang. Besok kan libur…”

Anak kost itu agak bingung.

“Masih punya stok indomie goreng?”

Ditanya seperti itu, anak kost itu grogi. “Mmm… barusan beli, pak”

“Kalau kamu mau, bolehlah bikinkan aku indomie goreng. Sekalian kita makan bareng.”

Wajah anak kost yang merah itu tampak sumringah. “Siap pak. Akan saya buatkan.”

Si anak kost itu buru-buru ke dalam.

“Eh, tunggu nak…”

“Iya, pak. Gimana?”

“Punya telor?”

“Punya,pak! Akan saya masak dengan telor!”

“Kasih irisan cabe, ya. Sama wortel sekalian…”

“Baik, pak”

“Kalau ada, saya dobel ya indomienya…”

“Siap, laksanakeun!”

“Eh, sama nanti aku minta rokokmu ya! Soalnya belum beli tadi.”

“Oke, pak” Segera anak kost itu ke dapur kost dengan hati yang gembira.


Pak dosen mengusap bibirnya sambil menenggak minuman anak kostnya. “Woo, lha ciu…” Pak dosen mengusap hidungya lalu tertawa lepas.



*SELESAI*

Apa yang bisa dikomentari dari cerita barusan? :D
Jangan jawab di hati :) Jawab di kolom komentar di bawah, hehehe.


Sumber gambar :
https://orig00.deviantart.net/

Friday, September 1, 2017


Tebing Breksi adalah salah satu objek wisata yang baru di Jogja. Seperti namanya, objek ini memang berbentuk tebing, lebih tepatnya tebing batu kapur. Dulu tempat ini menjadi sumber mata pencarian warga sekitar. Warga sekitar melangsungkan aktivitas penambangan material di sekitar sini. 

Namun aktivitas itu dihentikan, setelah ada kajian yang menyatakan bahwa kapur di tebing breksi merupakan endapan abu vulkanik dari gunung api purba Nglanggeran, Gunung Kidul. Jadi kawasan ini merupakan cagar budaya dan harus dilestarikan. Nah, karena itu muncul ide untuk memanfaatkan bekas tambang tersebut menjadi objek wisata dan jadilah Tebing Breksi ini.

Lokasi : 

Tebing Breksi sendiri berada di kawasan Candi Ratu Boko dan Candi Ijo. Untuk menempuhnya bisa melewati jalur ke Candi Ijo, karena lokasinya berada di bawah dari Candi Ijo. Jalan yang dilalui bisa dibilang cukup menanjak. Tapi tenang, hampir semua kendaraan bisa menjangkau lokasi tersebut. Tebing Breksi ini memiliki tempat parkir yang sangat luas, bisa menampung banyak mobil maupun bus. Hanya dengan 2 ribu untuk parkir dan biaya sukarela kita dapat menikmati keindahan tebing bekas tambang ini. 

Pemandangan Tebing Breksi :


(Tebing Breksi : Di atas tebing)

(Tebing Breksi : Di bagian bawah)


(Tebing Breksi : Tebing Kecil )

(Tebing Breksi : Sore hari )

(Tebing Breksi : dari tempat parkir)

Saran :

Sebaiknya datang ke sini pada sore hari jam 3 an, dikarenakan sudah tidak terlalu panas. Atau mungkin malah pagi hari sebelum jam 10 an. Sekarang kawasan ini sudah cukup terekspos, jadi jangan kaget kalau ramai apalagi harus antre untuk naik atau sekedar berfoto di spot-spot tertentu.

Pakai alas kaki yang nyaman, yang cewek jangan pake heels ya (yakalik pake heels di bukit). Pakai baju yang ga menggangu, angin nya biasanya kenceng-kenceng. Yang cewek, boleh kok pakai baju yang seksi :) tapi denger-denger lebih menarik yang syar'i, hahaha.

Lebih asik kalau sambil dengerin lagunya fourtytwnty (zona nyaman, aku tenang, dll), Senar Senja (Savana, bersenja gurau, dll), Float (pulang), Payung Teduh, Banda Neira, atau apa aja sesuai selera.

Kalau mau cari sunset, tempat ini kayaknya cocok banget nich. Lumayan tinggi dan lapang, ada juga tempat-tempat khusus untuk melihat sunset. Pernah denger, kalau tebing breksi ini juga lebih indah kalau ada sorot lampunya, pada malam hari. Jadi diatur aja waktu ke sini nya. Diatur juga bareng sama siapanya.

Hehehe.

Monday, August 21, 2017



Dirgahayu Indonesia. 72 tahun Indonesia telah merdeka. Dampaknya sekarang sudah amat terasa. Ke rumah sakit, kita bisa bangga karena sudah banyak dokter-dokter Indonesia yang hebat dan rupawan. Berobat sudah tenang karena ada BPJS, yang entah sudah halal atau belum. Meski iuran bulanan seperti penjajahan, tapi tetapa Indonesia sudah merdeka.

Kini kampus-kampus pun dipenuhi anak bangsa yang menjadi dosen, doktor, dan professor. Selalu ada ribuan mahasiswa dari berbagai kalangan yang bisa melakukan formasi-formasi saat ospek. Banyak juga penerima beasiswa yang terselamatkan dari bajingannya biaya kuliah. Semua itu karena Indonesia merdeka.

Kalau kita ke kantor mana pun -swasta atau negeri punya- yang melayani kebanyakan anak bangsa. Yang mengurusi haji dan umrah itu orang Indonesia bukan Arab, contoh First Travel. Media pun diurusi orang Indonesia, meskipun bukan untuk kepentingan mendidik Indonesia. Lihat TV kita, banyak anak bangsa yang menguasai, seperti Uya kuya, Komo, dan si Boy. Mereka dapat eksis dan menginspirasi karena Indonesia merdeka.

Karena Indonesia merdekalah, kita mengenal begitu kerennya blog, instan-nya instastory, anehnya komentar di line today, dan juga beraneka ragamnya channel youtube. Mulai raditya dika sampai banyaknya re-uploader. Younglex pun bisa sehebat sekarang karena Indonesia merdeka. Kita bisa tahu prestasinya awkarin juga karena Indonesia merdeka.

Karena Indonesia merdeka, di Line semua orang menjadi merasa bijak. Di facebook semua orang menjadi merasa baik. Di Instagram semua orang menjadi merasa penting. Di twitter semua orang menjadi pinter.

Jangan berharap semua itu bisa kita nikmati jika Indonesia ini tidak merdeka. Atas rahmat tuhan yang maha esa negara “kaya” ini dijadikan merdeka. Dan karena Indonesia telah merdeka, negara ini bisa membuka peluang luas untuk mewujudkan cita-cita penerusnya. Cita-cita yang sangat tinggi dan bervariasi. Ada yang ingin jadi dokter, manajer, dan juga youtuber.

Generasi jauh sebelum kita belum tentu bisa membayangkan ini semua. Karena mereka hidup ketika Indonesia belum merdeka. Banyak dari mereka yang mutlak tidak mengenyam pendidikan.  Tidak butuh lembaga survey untuk mencari tahu jumlah orang yang bisa bersekolah tinggi. Sebab hanya priyayi atau orang berada saja yang bisa.

Kalau sekarang? Anak-anak Indonesia tidak hanya bisa lulus, namun bisa lanjut ke luar negeri dan tak perlu mengabdi lagi. Atau mungkin membantu negara dengan uang licin dengan harapan dapat mengabdi. Ya, karena Indonesia merdeka.

Tapi karena Indonesia merdeka generasi ini tidak perlu berjuang melawan asing lagi. Asing telah menjadi tidak asing lagi. Yang asing itu bangsanya sendiri.

Sekarang Indonesia tidak lagi dipimpin bangsa lain. Pejabat-pejabat bukan lagi dari belanda yang korup. Kita pun bisa sendiri. Uang korupsi tidak lagi masuk kantong belanda. Bangsa ini pun juga bisa korupsi dengan merdeka pula. Hebat. Menyamai belanda itu sebuah prestasi.

Karena Indonesia Merdeka, kita bisa beraspirasi dengan cara demonstrasi
Karena Indonesia Merdeka, kita meributkan berbagai kasus dari Jesica, Basuki sampai Buni Yani.
Karena Indonesia Merdeka, kita bisa menyesalkan berhentinya mbak Najwa.
Karena Indonesia Merdeka, kita bisa mengapresiasi kreativitas penyelenggara SEA Games dengan #ShameOnYouMalaysia 

Dan sepertinya masih banyak lagi hal yang ada karena Indonesia merdeka.

Karena Indonesia merdeka….

(bisa dilanjut sendiri hehehe)



Tulisan asal yang nakal ini terinspirasi dari tulisan Moh Mahfud MD.

Thursday, July 6, 2017

Pingin ngomongin tentang lebaran kemarin. Bukan tentang makanan atau barang-barang baru sih, tapi tentang kumpul. Lebaran memang seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk kumpul bersama.


Ngomongin kumpul. Lebaran tahun ini buatku seperti biasa aja. Di rumah bangun-makan-tidur itu sudah lebih dari cukup. Mau keliling ke tetangga, lagi gak terlalu tertarik juga. H+4 baru bisa merasakan lebaran. Karena, setelah itu aku lebih sering ketemu teman-teman yang beraneka bentuknya. Dengan kedok ke tempat guru kita semua main-main seperti dulu. Rasanya masih asik aja meski dah lama gak ketemu.

Bahas kuliah kek, bahas cewek kek, hingga balik ke masa lalu dengan hinaan masing-masing. Di sela pembahasan, selalu tersiar ghibah-an. Jelas yang jadi bahan teman yang gak ada kabar, hahaha. Salah satu bahasannya tentang orang yang terjebak oleh cinta. Weh, agak berat ini bahasannya.

Di setiap gerombolan biasanya belum tentu semuanya sama, pasti ada pembedanya. Dan digerombolan yang ini memiliki beberapa track record dalam kasus percintaan. Ada yang udah pacaran lebih dulu dari yang lain, ada yang sering ganti, ada yang dapetin incaran bersama, ada yang sering kena masalah, dan yang terakhir ada yang baru mulai. Nah yang baru mulai itu, mulai saat semuanya telah tobat, karena kandas.

Pada kumpul itu, satu orang yang terakhir itu tidak menampakan wujud aslinya. Jadi otomatis pembicaraan mengarah padanya, diawali dengan penasaran dan berujung omongan, hahaha. Dari obrolan waktu itu aku menyimpulkan kalau cinta itu juga dapat membuat seseorang berubah. Bahkan, bisa berubah drastis hingga membuat orang lain gagal ginjal, eh gagal paham. Banyak kekonyolan yang menggelikan dilakukannya, dan itu membuat dia lupa takaran kewarasannya. Seperti kata Raditya Dika, IQ seseorang akan turun 10 poin saat jatuh cinta.



Orang yang jatuh cinta tidak sadar kalau IQ nya turun, tapi orang di sekitarnya lah yang merasakan betapa anehnya. Aneh dalam artian yang lain yak. Pada titik ini, muda-mudi ganteng dan cantik rela berubah jadi lebay. Pemuda-pemudi paling rasional berubah menjadi gila. Dan pria gagah pun menangis tersendu.

Bukan hanya itu. Orang yang terjerat cinta bisa juga lupa akan lingkungannya sendiri. Bahkan, cenderung menghindari. Seakan hidup ini hanya tentang pasangannya. Tidak ada kata teman lagi sepertinya. Entah kenapa, hanya karena fase awal dalam menjalin hubungan itu beberap orang kehilangan temannya dulu dan sedikit orang merasakan bahagianya. Selama mereka bahagia –walau sesaat- berdua, mereka tak akan terpengaruh ucapan dunia. Itulah kenapa, terkadang orang yang terbuai cinta berlebihan, sering menjauhi/dijauhi teman-temannya. Karena, mendadak mereka menjadi batu pada temannya dan menjadi lembek kepada pasangannya. Mutlak harus pasangannya.


Belum lagi kalau pasangannya posesif. Pasti pernah merasa kalau teman atau diri sendiri ini tulus terhadap pasangan. Mulai nganterin, beliin ini itu, sampai menuruti perintah dan menjauhi larangan pasangannya. Pada awalnya sih bisa terlihat menakjubkan. Tapi, lama-kelamaan kalau kita sadar, kita akan melihat menjijikan dan merasa iba. Itu ketulusan atau kebodohan, ya?

Ternyata banyak orang gak sadar kalau pasangannya itu menjadi posesif. Belum lagi soal cemburu, apa aja bisa jadi alasan. Karena semua harus tentang dia. Apa aja harus seperti yang dia mau. Tidak ada lagi kebebasan di hubunganmu. Seseorang bisa dengan mudah dikontrol olehnya, tapi orang itu gak bisa mengontrol dirinya sendiri. Pastinya punya pacar posesif itu gak enak.
---
Kadang aku bayangin betapa mirisnya orang yang punya pasangan posesif. Gak bakal tenang sampai di surga kayaknya. Semua orang mencari jalan ke surga untuk mendapatkan kebahagiaan abadi. Tapi ada beberapa orang yang gak bisa menikmatinya di surga. Orang-orang ini adalah cowok-cowok (orang) yang punya pasangan posesif. Pasangan posesif biasanya cemburuan. Nah, ini satu sifat yang membuat orang gak bisa menikmati di surga.

Sekarang bayangin. Kita cowok, masuk surga, dikasih bidadari. Jangankan nyolek, baru ngelirik aja ceweknya bakal datang nyamperin.

“Hayo, ngapain kamu ngapain?”
“Lho beb, ini kan surga”
“Oh, jadi sama aku neraka gitu? Gitu???”

Bakal kesiksa banget para cowok, karena gak bisa menikmati surga seperti cerita guru SD dulu. Tapi ya emang gitu sih rasanya punya pasangan yang posesif. Jangan kan di surga, sebelum masuk surga pun bakal gak enak juga.

Sebelum menuju surga, kita kan pasti ditimbang dulu, amal kebaikan dan keburukan. Gak enak kalau punya pasangan posesif.

Malaikat bilang. “Saudara Upin, tanggal 15 Mei 2015 kamu membuat bahagia seorang wanita bernama Ros”

Dari belakang ceweknya datang. “Siapa itu Ros? Siapa itu, siapa???”
“Itu mama aku beb”
“Oh sorry, sorry ya. Okedeh aku gak bakal nguping lagi kok”

Malaikat melanjutkan. “Lalu pada tanggal 16 Juni 2016 kamu membuat seorang wanita bahagia, namanya vita. Walaupun kamu melakukannya dengan terpaksa, tidak ikhlas, dan berbohong saat kamu bilang kalau dia kurus”

Ceweknya datang lagi dengan berontak. “Tuh kan kamu bohong. Aku gendut kan? Gendut??? Kamu tukang bohong!!!”
“Enggak beb, aku itu cuma bilang kalau kamu itu kayak bunga”
“Kayak bunga ya? Bunga? Mekar berarti, mekar???” Terus dia ngancem. “Awas aja ya di surga!”

Gila kan, bakal repot hidup dan mati kita. Menurutku sih, daripada punya pasangan posesif mending mati dengan jomblo. Gapapa, gak ada salahnya. Ada orang yang ingin mati bareng anak atau pasangan, dan ada juga yang ingin mati dengan jomblo. Setidaknya sudah move on.

Move on itu harus. Karena, semisal kamu mati jomblo dan belum move on hal yang terjadi adalah, ketika kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita di dunia, contoh ditusuk.

“A..aa.aa” ketika kamu ditusuk, lalu ada yang lewat di atas mu.
Dan kamu bilang. “Eh mantanku tuh. Wah, masuk surga. Ketemu gebetannya?”

Seketika kamu menangis dipojokan menghiraukan malaikat.

Bidadari-nya tadi hehe :D


Kesimpulannya apa ya? Gak ada sih dariku. Terserah pembaca aja mau menyimpulkan gimana. Semoga aja sih, orang zaman sekarang bisa lebih bijak menghadapinya. Boleh lah cinta pada orang lain tapi ya tahu sendiri takaran yang tepat. Apalagi, masih kecil belum resmi juga. Lebay ah.

Kalau sudah resmi ya boleh aja. Malah orang di sekitar yang harusnya lebih bijak. Jadi santai aja, kalau kelak pertemanannya kalah dengan suami atau istrinya. Kan ada waktunya.
Balik lagi buat remaja yang baru akil baligh. Masak iya, masih muda terus-terusan berduaan. Kalau pas resmi bosen gimana? Mau datang ke teman yang dulu, eh mereka lagi serius menjalin hubungan.


Cerita ini hanya fiktif belaka :P

Sumber gambar :
https://neweconomy.net
http://bungkusdah.com/wp-content/uploads/2016/01/Raditya-Dika.jpg
http://plywoodpeople.com/wp-content/uploads/2012/03/blog-gathering.jpg
Net.tv

Tuesday, June 13, 2017




Dewasa ini Gadget sudah didaulat menjadi barang yang wajib dimiliki semua kalangan. Hampir semua aktifitas membutuhkan gadget sebagai alat penunjangnya. Terutama generasi millenials, yang sejak awal sudah berkenalan dengan fungsi dari gadget. Hal itu membuat anak-anak muda merasa harus mendapatkan gadget yang diinginkan atau yang hanya sekedar sedang populer. Nah, muncul pertanyaan, bagaimana caranya punya gadget sendiri tanpa membebani orang tua?

Pertama, yang jelas kamu harus tahu kebutuhanmu. Contohnya kamu butuh gadget itu karena apa? Tugas kuliah atau karena lagi nge-trend saja? Dari situ, kamu bakal tahu gadget macam apa yang harus kamu beli. Misal kamu butuh notebook untuk mengerjakantugas. Kira-kira berapa ya harganya? Fyi, biasanya harga notebook sekitar 3-4 jutaan itu sudah sangat cukup untuk membuat kamu produktif mengerjakan tugas.

Kalau kamu sudah tahu berapa kisaran harga gadget yang dibutuhkan. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah mempersiapkan uang sesuai perkiraan itu. Jadi, kamu gak harus mencari tahu gadget lain yang di atas harga tersebut. Karena, sudah jelas pasti banyak yang tersedia. Namun itu semua tidak sesuai kebutuhanmu dan itu hanya mengganggu pikiranmu.

Target uang sudah diketahui. Sekarang bagaimana cara untuk mengumpulkan uang tersebut? Jawaban yang paling mudah ialah menabung. Dan jelas setiap orang tahu akan hal itu. Tapi, ada kah cara untuk mempercepat itu? Ada. Berikut cara menyiapkan uang dengan usaha sendiri:
  • ·         Menekan pengeluaran
Buatlah list kebutuhan dalam sebulan biar gak beli yang aneh-aneh. Dan belajarlah nge-rem pengeluaranmu. Jika biasanya kamu menganggarkan sebulan Rp 500 ribu untuk makan enak, belanja baju, atau hura-hura. Maka kini kamu harus coba menguranginya. Misal, membatasi nonton di bioskop dan gak perlu juga sering nongkrong. Karena, pas nongkrong bisa saja kita ada rasa gengsi kalau gak pesen, dan jadinya kamu tiba-tiba kalap di depan temen-temenmu. Biasakan makan yang murah saja dan beli sesuatu yang memang dibutuhkan.

Jangan juga membawa semua uangmu kalau lagi pergi. Simpan sebagian, takutnya satu lembar keluar dari dompet, 2-3 lembar lainnya mengikuti. Kalau pingin banget jajan, usahakan jangan hanya cemilan ringan. Jajan sekalian yang berat, siapa tahu kenyangnya tahan lama, hehe.

Selain itu coba juga bawa air putih sendiri. Biar kamu gak tergoda mampir mini market. Soalnya ada berbagai macam barang yang bakal menggoda kamu, meskipun niatmu hanya beli minum bisa saja beli barang lain.

Karena dengan menekan pengeluaran, kamu bisa mengalokasikan sisa uangmu itu untuk beli gadget sendiri. Anggap saja kamu bisa menahan uang Rp 200 ribu. Dalam 6 bulan kamu bisa punya uang Rp 1,2 juta. Cepat juga kan?


  • ·         Memisahkan Rp 100 ribu dari uang bulanan

Ketika orang tua mengirimi jatah bulanan, kamu jangan merasa kaya dulu. Jangan lah tiba-tiba bergairah untuk bebas makan enak, walaupun di akhir bulan. Coba potong Rp 100 ribu di awal dan langsung simpan, bisa di rekening terpisah atau tempat lain. Kalau dari awal kamu akan benar-benar menabung. Bukan menabung yang hanya karena ada uang sisa. Hal ini membuat kamu bisa berhemat dari awal dan cepat mencapai tujuanmu untuk beli gadget sendiri.
1 bulan : 100 ribu
6 bulan : 600 ribu
1 tahun : 1.2 Juta
Akan cepat sekali terkumpul walaupun memang agak memberatkan. Tapi, itu tidak masalah untuk sebuah tujuan yang mulia hehe. Dan sebenarnya gak harus nominal 100 ribu juga sih, terserah saja tergantung kemampuan dan kemauanmu saja. Yang penting dilakukan rutin.

Dalam rangka memuluskan usahamu mengumpulkan uang kamu harus cari sumber uang selain orang tua. Kamu bisa cari tambahan dengan cara-cara yang mudah kayak gini.
  • ·        Coba kerja sampingan

Contohnya kamu bisa ikut EO, karena biasanya banyak yang mencari volunteer, tenang nanti pasti dapat bayaran kok. Kamu juga bisa ikut project-project untuk menjadi freelance writer. Karena, makin ke sini banyak situs dan orang yang mencari jasa untuk menulis artikel. Dan enaknya jadi freelance writer kamu bisa memilih project itu sendiri, kapan waktunya, dan bisa juga negosiasi tentang bayarannya. Bisa juga ikut lomba-lomba. Cari tahu info tentang lomba, lalu pilih yang sesuai dengan apa yang kamu bisa.

Setelah kamu mendapatkan tambahan uang, jangan lalu kegirangan dan menghabiskan begitu saja. Simpanlah di rekening tabungan khususmu, kalau bisa jangan aktifkan ATM nya agar kamu tidak bisa menariknya. Dengan begitu tabunganmu juga gak bakal terganggu.
  • ·         Jual barang bekasmu

Jika kamu terbiasa menjadi pembeli, maka kini waktunya kamu menjadi penjual. Kamu bisa mengumpulkan barangmu yang tidak terpakai, tapi masih layak dipakai. Barang yang bisa kamu jual beragam, bisa pakaian, alat musik, aksesoris, atau alat elektronik. Dari aktifitas itu kamu bisa menambah dana sekaligus bersih-bersih rumah. Bermanfaat kan?

Lalu setelah uang terkumpul sesuai target. Cari tahu gadget-gadget yang ada. Bisa langsung ke toko atau browsing dulu di internet. Dari berbagai pilihan yang ada, carilah yang paling unggul dan gak terlalu mahal. Lihat keunggulan dari spesifikasinya.

Sistem Operasi
DOS
Ukuran Layar 
11.6" 16:10 HD (1366x768)
Adaptor Daya
Output :
19 V DC, A, 33 W
Input :
100 -240 V AC, 50/60 Hz universal
Processor
Intel® Celeron® Dual-Core N3050 Processor, 2.16 GHz
VGA
Integrated Intel® HD Graphics (Pentium & Celeron)
Harddisk
7mm SATA3
- 500GB HDD
RAM
DDR3L 1600 MHz SDRAM, OnBoard Memory , OnBoard Memory 2 GB
Card Reader
card reader (Micro SD )
Networking
Terintegrasi 802.11 ac
Built-in Bluetooth™ V4.0
Web Camera
HD Web Camera
Berat
1.21 kg
Audio
Built-in Speakers And Digital Array Microphone
Baterai
3Cells 48 Whrs Polymer Battery
I/O Port
1 x Headphone-out jack (Audio-in Combo)
1 x USB 3.0 port(s)
1 x USB 2.0 port(s)
1 x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps)
1 x micro HDMI
Ini merupakan spesifikasi dari notebook ASUS EeeBook E202.

Kalau kamu gak terlalu paham tentang spesifikasi di atas, cari review nya saja. Biasanya gadget keren pasti banyak yang nge-review. Apalagi brand terkenal seperti ASUS. Yang terbukti produk-produknya telah memenangkan 4,256 penghargaan internasional dan berbagai pujian di tahun 2013, sepadan dengan lebih dari 11 penghargaan per hari. (https://www.asus.com/id/Award/)

Berikur contoh review sederhana notebook ASUS EeeBook E202. 

Untuk seri yang satu ini ASUS menerapkan konsep minimalis. Diwujudkan dengan ukuran mungil yang stylish. Dengan dimensi 29.7 x 19.4 x 2.14 cm dan berat yang hanya 1.25 Kg. Pasti membuat notebook ini mudah untuk dibawa dan juga disimpan. Meski kecil, notebook ini memiliki layar 11.6 inci yang siap memanjakan penggunanya saat sekedar menonton film atau mengerjakan tugas.



ASUS EeeBook E202 ini sangat cocok digunakan anak muda. Apalagi notebook yang hadir dalam versi Windows 10 ini tersedia dalam pilihan warna Black, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge. Yang mana akan menambah kesan elegan untuk anak muda.


Penampilan sudah oke punya. Ditambah notebook seharga Rp 3.249.000 ini juga baik performanya. Itu dibuktikan karena, notebook yang berukuran sebesar kertas A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya, yang mana masa aktif baterai dapat mencapai 8 jam dan dapat diisi ulang dengan cepat melalui port USB 3.1 Type-C. Wow, keren dan unik. Ketahanan notebook ASUS EeeBook E202 ini sangat mumpuni. Menjadikan kita tidak akan khawatir ketika menggunakannya.


Bukan hanya faktor penampilan saja. Notebook ini sesuai untuk kawula muda, karena selain mengutamakan penampilan dan ketahanan, faktor kenyamanan tetap diperhatikan.  Terbukti dengan touchpad yang responsif untuk memudahkan kegiatan scrolling. Keyboard dari ASUS EeeBook E202 juga sangat nyaman digunakan, karena menggunakan desain one-piecce chiclet.  Wi-fi yang disematkan pasti akan membuat pengguna nyaman berselancar di internet. Tak lupa ASUS menyulap notebook ini dengan Fan less design, agar tidak rewel saat digunakan terlalu lama. Jadi kamu gak perlu malu jika mengerjakan tugas di ruang publik, notebookmu gak bakal ngeluarin suara bising.


Semua sudah disiapkan secara rapi. Tinggal beli gadgetnya. Eits, jangan keburu-buru. Masih ada cara agar kamu tidak mengeluarkan semua uangmu. Gimana caranya? Usahakan membeli gadget di akhir tahun. Karena, kebanyakan toko-toko sedang cuci gudang. Dan pasti harganya akan turun banyak.

Tapi, kalau kamu merasa itu terlalu lama. Mungkin kamu dapat membeli gadget di pameran elektronik. Harganya juga lebih murah dari biasanya. Terlebih ada banyak penjual dalam satu tempat. Jadi kamu juga bisa membandingkan harga yang sesuai.

Nah, itu tadi tips untuk kamu yang ingin membeli gadget dengan uangmu sendiri. Kesimpulannya, ada baiknya kamu menguji seberapa keproduktifanmu sebelum mendapatkan yang kamu ingin. Daripada kamu menjadikan ketidakpunyaanmu sebagai alasan tidak produktif. Dan dengan cara-cara di atas, pasti akan membuatmu lebih produktif setelah mempunyai sebuah gadget impian. Gadget seperti ASUS EeeBook E202 yang cocok untuk menopang kegiatanmu dan mendukung produktifitas kerjamu.

 Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.

Sunday, June 11, 2017

Setengah bulan Juni sudah terlalui. Belum juga aku berjumpa wajah cantikmu dalam pandanganku. Seperti tiada lagi kesempatan, yang ada hanya berbagai kenangan. Udara berhembus membawa namamu yang senantiasa kuhirup di samping kipas ini. Tidak bergerak hanya berputar pada porosnya. Ya, kamu juga masih jadi poros setiap langkahku yang kini mulai terbiasa dengan segala halangan.

Langkahku terhenti di sebuah restoran. Dengan menu yang sama yang pernah kita pesan, namun hanya aku yang menikmati sendiri. Tidak ada lagi hangatnya hadirmu di depan menu panas ini. Aku terdiam menatap menu ini, sambil bicara dalam hati “bagaimana kabarmu hari ini?”

Dalam perjalanan pulang, aku mengingat kembali. Tanganmu yang malu-malu melingkar di perut yang kenyang waktu itu. Aku mencoba menjahilimu. Kamu cubit aku dan menepuk pelan helmku, tanda kamu juga setuju. Aku senang sekali, saat kamu menulis namamu di punggungku. Aku selalu menikmati semua tingkahmu, yang selalu menghiburku.

Jujur, aku hanya ingin bersamamu. Tak peduli kemana kita melaju, asal kamu membisikan cerita seru. Mata dan telingaku sudah jatuh cinta pada senyum dan nyanyianmu. Meski cemberut dan rengekanmu menyudahi lamunanku. Kamu tetap membuatku nyaman, berada di dekatmu.

Bintang bersembunyi, mendaulat dirimu sebagai pusat terang yang baru. Menyala terang, hangat, mengganti dinginnya malam. Malam terasa sama dengan malam yang dulu. Tapi, apakah kamu masih sama? Masih sama kah, caramu memainkan jilbab saat menungguku. Masih sama kah, caramu mengingatkan kalau aku salah. Masih sama kah, lagu yang selalu kamu nyanyikan, yang mana selalu memisahkan bising jalanan.

Mungkin sudah beda. Yang aku tahu, aku yang sudah berbeda. Aku gak akan lagi memencet hidungmu, menatap bulatnya mata indahmu, dan menyubit manja pipimu lagi. Aku sudah tidak bisa melakukan itu lagi, sekarang. Yang aku bisa hanya membayangkan lagi.

Membayangkan setiap malam kamu bersandar di bahuku. Lepas bercerita ini itu. Tentang orang lewat, tentang kamu hingga tentang jam yang sudah terlampau malam. Penanda bahwa aku harus menghantarmu pulang. Menutup kembali gerbang rumahmu, itu kebiasaan baruku. Menutup harimu dengan ucapan selamat malam, menjadi harapan baruku lagi.


Bersama lagu dari Hivi, berjudul Sama-Sama Tahu, aku merindukamu. Sekedar merindu ditambah rasa mau…